Minggu, 22 Februari 2015

loading...


Setiap kita memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember kita menjadi ingat bagaimana perjuangan wanita yang kemudian kita sebut sebagai ibu. Dan setiap kali kita memperingatinya kita selalu dibawa kepada perjuangan seorang ibu yang hampir-hampir kurang diperdulikan keberadaannya khususnya yang kegiatannya banyak di dalam rumah. Kita juga punya peringatan  Hari Kartini di mana R. A. Kartini telah berjuang bagi kaumnya untuk mendapatkan hak-haknya sebagai seorang wanita. Sementara kita memperingati Hari Ibu dan Hari Kartini tersebut saya tertarik untuk membaca sebuah buku yang cukup tebal mengenai kecantikan wanita yang ditulis oleh seorang wanita bernama Naomi Wolf berjudul Mitos Kecantikan: Kala Kecantikan Menindas Perempuan (The Beauty Myth: How Images of Beauty are Used Agains Women)

Membaca buku ini saya kemudian ingat juga dengan seorang model wanita ternama dari Brasil bernama Ana Carolina Reston (21 tahun) yang meninggal beberapa tahun lalu oleh karena demi mempertahankan sebuah citra ideal wanita ia rela mngorbankan dirinya untuk mengejar apa yang disebut ideal itu. Ia mengalami apa yang disebut dengan anoreksi yaitu kelainan psikis kekurangan napsu makan walaupun sebenarnya ia sendiri lapar.Tapi kita tidak akan membahas wanita yang menjadi korban tersebut tapi kita kaa melirik sebuah buku yang pasti berkaitan dengan masalah wanita ini.


Buku yang akan diangkat ini berisi bagaimana dunia telah memberi imeg seperti apa wanita yang ideal itu. Gambarannya adalah wanita yang menyandang cantik itu kalau kurus, tinggi, putih, pirang rambutnya, mulus wajahnya dan tak ada cacat. Karena gambaran yang ditaruh seperti itu maka gambaran-gambaran tersebut telah menjadi idaman bagi setiap wanita dan banyak wanita untuk mengejar dengan berbagai cara supaya dapat dikatakan cantik. Namun sayang untuk mencapai apa yang dikejar untuk mendapat predikat cantik itu wanita harus menderita dengan berbagai macam hal yang harus dilakukan yang menurut Wolf yang mengutip apa yang disampaikan oleh Plato dalam buku Symposium, ketika berbicara mengenai dialog mengenai sesuatu yang ideal itu dengan mengatakan, "Perempuan selalu menderita untuk bisa menjadi sosok yang cantik."

Prakteknya adalah bagaimana banyak wanita yang berusaha melakukan diet ketat, merawat tubuh dengan berbagai macam cara untuk mengejar apa yang disebut dengan wanita cantik yang ideal itu. Sementara yang lain berusaha untuk melakukan praktek cangkok, penyintikan silicon di payudara.
Menurut Wolf, pemberian label wanita sempurna, cantik itu tidak serta merta turun dari langit, tapi itu diciptakan untuk tujuan-tujuan tertentu khususnya tujuan financial. Jadi semacam ada kondisi di mana akhirnya dipakai untuk memasukkan bisnis di dalamnya. 

Pengejaran terhadap diri wanita dengan apa yang disebut ideal sebagai wanita juga ternyata dipresespsikan dengan ketokohan atau sosok cantik dengan bentuk tubuh dengan pengkatagorian yang rumit dan bahkan jelimet. Akibatnya alamiah yang dimiliki oleh wanita khususnya remaja menjadi hilang dan mengejar gambaran sosok tertentu, seperti sosok artis dan seterusnya. Makanya Wolf memberi masukan kepada setiap wanita untuk menciptakan kecantikan itu menurut kebebasan individu atau si empunya tubuh itu sendiri, bebas menentukan sendiri. Mau seperti apa, ya monggo saja, jadikan diri kita merdeka dengan tubuh miliknya.

Makanya anggapan bahwa keterkungkungan wanita jaman dulu, katakanlah jaman sebelum Kartini lahir itu bukan hanya dialami oleh wanita pada jaman baheula saja, tapi kalau kita melihat kenyataanya saat ini ternyata ketidakmerdakaan itu juga dialami oleh wanita-wanita jaman ini selama mereka dihantui oleh apa yang disebut dengan penindasan dengan mitos kecantikan yang sering kita dengar saat ini. Bisa jadi wanita jaman ini yang tidak memenuhi “standart” cantik itu sehingga merasa minder, malu, terganggu dan seterusnya maka tentu saja kebebasan itu bukanlah kebebasan yang sebenarnya. 

Satu hal lain adalah kecantikan itu memang pada akhirnya lambat laun akan semakin memudar karena faktor usia. Tidak ada yang abadi di dunia ini tapi juga semuanya pada akhirnya sampai kepada satu titik, tubuh kita harus megikuti hukum alam. Akan keriput, akan mengkerut dan semakin memudar kecantika yang kita miliki. Tapi sebenarnya yang lebih penting adalah, bagaimana kita bisa memutuskan sendiri tubuh kita, dan tidak menjadi bebas oleh karena kita mengikuti apa yang disebut dengan mitos kecantikan itu sendiri.

 Judul             : Mitos Kecantikan: Kala Kecantikan Menindas Perempuan 
Terjemahan   : (The Beauty Myth: How Images of Beauty are Used Agains Women)
Penulis          : Naomi Wolf
Penerbit        : Niagara, 2004

Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates