Jumat, 06 Desember 2019

loading...
 
Terorisme dalam beberapa tahun terakhir ini telah menjadi kata yang sering muncul di media cetak maupun elektronik sehingga kita tidak asing lagi kata itu di telinga kita. Bagi kita di Indonesia tentu diperkuat dengan berbagai rentetan peristiwa kekerasan yang kemudian disebut sebagai terorisme itu dan ditangkapnya beberapa pelakunya. Namun sebenarnya jauh-jauh hari sebelum berbagai peristiwa terror di negeri kita itu terjadi sebenarnya peristiwa-peristiwa terror itu juga sudah dialami oleh berbagai belahan negara di dunia. 

Dari berbagai peristiwa terror itu berlatarbelakang agama, dan bukan hanya dilakukan oleh satu atau dua agama saja tapi beberapa agama turut disebut dan menjadi inspirasi terjadinya terorisme itu sendiri. Serentatan peristiwa terror yang berlatarbelakang agama itu seperti dari gerakan Kristen dengan terornya kita mengenal peristiwa pengeboman klinik aborsi dan juga Timothy McVeigh, jug adi Inggris terkenal dengan peristiwa peledakan truk-truk dan bis-bis oleh tentara Nasionalis Katholik Irlandia. Di Jepang juga dunia dikejutkan oleh serangan gas beracun di jalur kereta api bawah tanah oleh anggota sekte Hindu-Budha, dan tentu saja orang sulit melupakan peristiwa pengeboman menara kembar WTC 11 September 2001. Peristiwa-peristiwa tersebut telah mendorong Mark Juergensmeyer untuk mengetahui lebih jauh mengenai latarbelakang kekerasan yang dilatarbelakangi oleh agama tersebut, dan Mark Juergensmeyer melihat bahwa ada hubungan kekerasan yang dilakukan melalui terror ini dengan latarbelakang agama ini.

Mark Juergensmeyer sebagai seorang professor sosiolog rupanya tidak merasa puas atas analisa sebagian pengamat yang memberi penjelasan mengenai kekerasan dengan latar belakang agama itu sebagai hasil dari adanya idiologi politik. Nah buku ini mencoba untuk mengupas aksi-aksi kekerasan di mana agama telah turut memberi motivasi, pembenaran. Dengan mgnanalisa persoalan terorisme itu sendiri yaitu dengan memahami akan adanya pemahaman pembenaran akan pengrusakan yang menimbulkan banyak korban yang lahir dari pemahaman pelaku terhadap agamanya. Untuk membuktikan hal tersebut penulis melakukan berbagai wawancara dengan beberapa pelaku.

Pisau analisa itu nampaknya berkembang ketika ternyata pelaku-pelaku terror itu justru dilakukan oleh orang-orang yang nota bene dianggap pemegang moral tertinggi di dalam kelompok agamanya. Di samping itu kata teroris itu juga disinggung dengan mengajukan pertanyaan, siapa sebenarnya yang patut disebut sebagai teroris itu sendiri? Apakah hanya terbatas kepada si pelaku, dan bagaimana dengan orang yang mendukung dari belakang tindakan si pelaku itu sendiri, baik dukungan langsung maupun tidak langsung.

Hem, buku yang cukup menarik untuk dianalisa oleh kita baik untuk diberikan pujian kepada penulis maupun untuk dikritisi. Tapi yang jelas buku ini tentu saja bukan ditujukan atau sengaja menyinggung hanya terhadap agama tertentu, tapi kepada semua pihak untuk melihat sejauh mana agama telah turut andil ke dalam persoalan terorisme. Karena ternyata hampir ada saja pemeluk dari agama-agama besar dunia telah disinggung turut pernah terlibat dengan persoalan terorisme ini.

Buku-buku karya Mark Juergensmeyer lainnya:
1. Terror in the Mind of God: The Global Rise of Religious Violence
2. The New Cold War? Religious Nationalism Confronts the Seculer State
3. Gandhis’s Way: A Hand Book of Conflict Resolution
4. Global Religious: A Introduction

Judul : Terorisme Para Pembela Agama (Indonesia)
Judul : Terror in The Mind of God : The Global Rise of Religious Violence
Penulis : Mark Juergensmeyer
Penerbit : Tarawang Press, Tahun 2003

Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates