Senin, 09 Desember 2019

loading...
Apakah Anda punya kebiasaan untuk meluangkan waktu di setiap pagi sehabis bangun tidur untuk duduk dalam beberapa waktu dan merenungkan firman Tuhan? Kalau ia, puji Tuhan, Anda adalah orang yang benar-benar hidup dengan tertib dan saya acungkan jempol untuk Anda. Tapi bagi yang sudah melakukan kebiasaan baik itu tidak lalu meremehkan mereka yang tidak punya waktu untuk merenungkan Alkitab.

Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa buku renungan yang banyak diterbitkan dan terpampang di toko-toko buku itu ditulis bagi mereka yang malas untuk menggali dan mendalami Alkitab. Tapi persoalannya tidak sesederhana ungkapan tersebut di mana ada orang yang memang tidak memiliki waktu yang banyak untuk mendalami Alkitab. 

Saya tidak tahu apakah ungkapan saya bagian akhir tersebut merupakan ungkapan orang yang kurang rohani? Tapi faktanya memang ada orang-orang yang karena memiliki mobilitas tinggi sehingga waktu untuk merenungkan Alkitab dengan berbagai alat bantu seperti konkordansi, peta Alkitab, dan bantuan tafsiran mungkin sulit untuk dilakukan. Saya masih ingat dengan dokter yang pernah merawat istri saya yang ketika itu sedang operasi. Dia ke mana-mana selalu membawa sebuah renungan dari penerbit tertentu dia membawanya di sakunya.

Nah, kalau Anda adalah termasuk katagori orang yang masih menggunakan renungan harian untuk mengisi jiwa dengan firman Tuhan karena waktu Anda terbatas maka renungan karya emas Oswald Chambers berjudul Pengabdianku untuk Kemulian-Nya (My Utmost for His Highest) ini bisa menjadi pilihan. Buku renungan dengan masa waktu selama setahun ini akan menolong, karena selain isi perenungannya sangat dalam juga sangat aplikatif.

Walaupun termasuk katagori buku klasik tapi isi dari buku renungan ini kebenarannya masih relevan untuk dibaca pada jaman ini. Selain itu ketika kita membaca terkadang isinya membuat kita terkaget-kaget oleh karena terkadang menohok dan menempelak dan sering Oswald Chambers menyampaikannya tanpa tedeng aling-aling. Misalnya saja ketika kita membuka bagian awal saja di periode 1 Janjuari kita langsung bisa diingatkan dengan kata-kata, “Kita akan merasa sangat malu jika kita tidak menyerahkan seluruh segi kehidupan kita kepada Yesus.”

Makanya tidak heran kalau penulis sekaliber Charles F. Stanley yang buku-bukunya banyak terpampang di toko-toko buku memberi penilaian yang sangat positif terhadap buku renungan ini. Bobot dari buku ini juga dibuktikan dengan apresiasi masyarakat terhadap buku ini sangat luar biasa. Hal itu dibuktikan dengan adanya buku ini tetap menjadi buku Kristen yang paling laris khususnya di Amerika serikat.

Untuk sekedar diketahui bahwa Oswald Chambers lahir di Aberdeen, Scotlandia 24 Juli 1874 dan meninggal dalam usia 43 tahun. Sebenarnya Oswald Chambers hanya menulis sebuah buku yang berjudul Baffled to Fight Better, dan buku renungan ini sebenarnya bahan-bahan kuliah yang disampaikan di Bible Training College di Clapham, Inggris antara tahun 1911 sampai 1915 dan juga sebagai renungan ibadah ketika ia melayani bersama dengan Young Men’s Christian Association (YMCA) antara tahun 1915 sampai 1917 sebelum akhirnya melayani di Mesir. Bahan-bahan tersebut akhirnya disusun kembali oleh istrinya Gertrude Hoobs dan kemudian diterbitkan dalam bentuk buku pada tahun 1928 di Inggris, dan di Amerika Serikat pada tahun 1935. Maka sejak itu buku renungan ini menjadi buku yang cukup diminati oleh karena sudah memberkati banyak pembacanya.

Judul             : Pengabdianku untuk Kemulian-Nya (My Utmost for His Highest)
Penulis          : Oswald Chambers
Penerbit        : Immanuel Publishing House, Tahun 2005
Penerjemah  : Tim Penerjemah Immanuel

Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates