Jumat, 06 Desember 2019

loading...



Dalam kehidupan sehari-hari kita memang tidak bisa terlepas dari apa yang disebut dengan komunikasi. Kalau kita sedang menyetir mobil dan ketika melewati sebuah pasar yang sangat ramai sehingga kita tidak bisa mempercepat laju mobil kita karena lalu lalang pembeli dan penjual yang membludak di jalan. Sementara kita diburu waktu karena kita akan terlambat masuk kantor, maka kita dengan tidak sabar menyembunyikan klakson mobil kita. 

Dengan menyembunyikan klakson itu kita sebenarnya sedang ingin berkomunikasi dengan entah tukang becak atau pejalan kaki yang melintas di hadapan kita. Artinya bermacam-macam. “Saya ingin Anda minggir sedikit.” Atau “Jangan menyerobot ya,” kata kita kepada mobil yang memotong jalan mobil kita secara tiba-tiba. Kalau saja orang yang kita ajak berkomunikasi itu paham akan kesalahannya, tentu saja bisa jadi minggir sedikit. Tapi kalau orang yang memotong jalan mobil kita itu tidak bisa terima dan sang supir langsung turun dari mobilnya dan menanyakan, apa maksud dari bunyi klakson itu, maka itulah komunikasi yang tidak tepat sasaran.
Kembali kepada makna komunikasi. Cakupan komunikasi itu sendiri sangat luas dan buku yang akan kita lihat ini lebih spesifik berbicara mengenai komunikasi antar pribadi dalam kehidupan sehari-hari. Buku yang oleh penulisnya ini diusahakan supaya pembacanya benar-benar bisa mengerti sehingga tidak menggunakan bahasa-bahasa komunikasi yang ilmiah, isinya sangat praktis dan bisa dipelajari oleh siapa saja yang ingin menciptakan komunikasi yang mengena dengan orang lain. Entah itu suami dan istri, orang tua dan anak, atasan dan bawahan dan hubungan-hubungan lain sesuai dengan konteks di mana kita berada.

Dalam kenyataan sering kali komunikasi yang kita pakai dengan orang lain menghasilkan komunikasi yang tidak efektif dan sering timbul apa yang disebut dengan komunikasi yang meleset (mis-communication). Itu terjadi bila kita sebagai panyampai tidak puas dan penerima juga tidak puas. Dan itulah yang sering menimbulkan persoalan di dalam komunikasi kita, sehinga terjadilah pertengkaran, perselisihan, dan bahkan bisa baku hantam.

Coba kita perhatikan contoh yang disampaikan oleh Lunandi:


Dudung pulang kerja, terlambat satu jam. Nunung, istrinya, sudah kesal menunggu sambil khawatir kalau-kalau terjadi kecelakaan di lalu lintas Jakarta yang padat semrawut pada jam-jam begini.
Nunung: Ke mana saja kau? Gini hari baru pulang.
Dudung: Jangan monyong gitu dong. Aku juga kesal, motor sialan itu…
Nunung: Motor lagi, motor lagi disalahkan. Masa motor sialnya tiap hari Sabtu. Tentu kau……
Dudung: Jangan menyangka yang bukan-bukan. Kau selalu cemburu macam-macam saja. Orang capek dorong-dorong motor, malah di…

Nunung: Ah, sudahlah. Ditanya biasa-biasa saja, nyalahkan aku monyong segala.
Dalam buku ini dijelaskan berbagai pengaruh yang menentukan komunikasi yang dipakai oleh seseorang, dan berbagai rintangan yang menghalangi terjadinya sebuah komunikasi bisa mengena, dan juga pembaca dibimbing dengan berbagai latihan praktis yang bisa digunakan.

 Judul         : Komunikasi Mengena: Meningkatkan Efektivitas Komunikasi antar Pribadi
Penulis      : A. G. Lunandi
Penerbit     : Kanisius 1995

Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates