Jumat, 06 Desember 2019

Dengan tidak bermaksud menyinggung agama manapun, catatan ini ingin melihat secara netral bagaimana seorang Gandhi yang dicatat dalam buku ini, digambarkan sebagai orang yang sebenarnya banyak bersinggungan dengan kekristenan dan bahkan ia sering mendalami Alkitab, mengikuti persekutuan Kristen, sampai-sampai muncul kritikan tajam terhadapnya yang disebut sebagai “seorang Kristen sembunyi-sembunyi.” Walaupun sampai akhir hayatnya ia menjadi penganut setia agama yang sejak kecil diikutinya yaitu Hindu.

Dimulai dengan pemahaman tentang kekristenan yang dimiliki oleh Gandhi ketika ia masih anak-anak dengan pemahaman yang buruk. Penyebabnya adalah ia menyaksikan orang-orang India yang menjadi Kristen diharuskan meninggalkan kebudayaan mereka dengan menerima “daging dan minuman keras”. Daging tentu saja menjadi pantangan di kaumnya, dan kemudian minuman keras yang dimaksud adalah anggur.

Kemudian setelah ia menuntut ilmu hukum di Inggris, ia berkenalan dengan orang-orang Kristen. Dari sana Gandhi mulai membaca Alkitab khususnya dimulai dengan kitab-kitab Perjanjian Lama yang menurut pengakuannya tidak menarik dan sulit untuk dimengerti. Namun ketika ia membaca kitab Perjanjian Baru barulah Gandhi merasa bersemangat dan bahkan ia sangat terkesan dengan Khotbah Tuhan Yesus di Bukit khususnya ia terkesan dengan Matius 5:39-40.
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.”

Kemudian setelah Gandhi tinggal di Afrika Selatan sebagai seorang pengacara di sana dari tahun 1893-1915 ia sangat menikmati persahabatan yang erat dan bahkan orang-orang Kristen itu sering mengundangnya ke persekutuan-persekutuan doa. Dan pada saat di Afrika Selatan itu pula Gandhi sangat terkesima dengan uraian penulis Kristen terkenal dari Rusia yaitu Leo Tolstoy mengenai cinta damai yang dhubungkan dengan kaum miskin. Melalui karya Tolstoy tersebut Gandhi menangkap pesan yang sangat kuat sekali mengenai hukum cinta kasih dengan pengertian penolakan absolut atas tindakan kekerasan dalam segala bentuk.

Namun demikian Gandhi bukan berarti memutuskan untuk menjadi Kristen. Ia sendiri sangat hormat kepada figure Yesus yang sangat lembut, sabar, ramah, penuh cinta dan pemaaf.


Judul           : Gandhi on Christianity
Penulis        : Robert Ellsberg (ed.)
Penerjemah : Lovie Lenny Pristiani & Agung Gunansyah
Penerbit      : PT. LKiS , Pelangi Aksara Yogyakarta, Tahun 2004

loading...

Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates