Jumat, 06 Desember 2019

loading...
Dalam buku 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen oleh A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang & Randy Petersen, menjelaskan mengenai sejarah yang terjadi tahun 1525 di mana setelah reformasi terjadi maka ada beberapa orang yang kemudian menjadi sebuah gerakan di bawah pimpinan Zwingli yang merindukan terciptanya kembali keberadaan kekristenan seperti abad-abad pertama. Reformasi jangan sampai berhenti. Jadi tidak berfokus pada hierarki gereja atau sistem politik, kelompok yang disebut radikal ini menginginkan gereja swadaya, yang diperintah oleh Roh Kudus sendiri. 

Dan isu yang menjadi perdabatan hebat adalah keinginan untuk tidak mengadakan baptisan anak yang kemudian memberi cap kepada gerakan ini sebagai Anabaptis. Intinya gerakan ini menginginkan reformasi total dengan visi untuk mengembalikan kekristenan kepada Alkitab dan bukannya kepada lembaga yang berkuasa. Namun faktanya gerakan ini mendapat perlawanan dari berbagai pihak yang diperlakukan dengan sangat brutal di mana banyak pengikutnya yang dibunuh dengan cara-cara yang sangat mengerikan seperti dibakar atau ditenggelamkan.

Senada dengan hal tersebut Alister E. McGrath dalam buku Sejarah Pemikiran Reformasi menjelaskan bahwa Anabaptisme muncul untuk pertama kalinya di sekitar Zurich setelah terjadinya reformasi Zwingli di kota tersebut di awal 1520-an. Walaupun pada akhirnya Zwingli merasa bahwa gerakan tersebut cukup berbahaya dan dalam perkembangannya yang dapat menggoyahkan, dan dapat mengancam putusnya hubungan gereja Reformed di Zurich dari akar-akar historisnya.
Itulah dua buku yang menguraikan mengenai kemunculan Anabaptis. 

Namun buku yang kita angkat yang ditulis oleh orang Baptis sendiri ini memang tentu punya pandangan lain mengenai gerakan Anabaptis ini. Makanya buku The Trail of Blood karangan J. M. Carroll tentu saja akan menciptakan keadilan untuk melihat sebuah sejarah mengenai Anabaptis ini. Artinya kita dibeli pilihan alternative untuk melihat sejarah keberadaan Anabaptis ini.

Buku ini akan menjalaskan kepada kita mengenai runtutan sejarah keberadaan jemaat Baptis yang menurut buku ini keberadaannya sudah dimulai sejak abad pertama, sehingga bukan hanya persoalan baptisan anak dan digantikan dengan baptisan orang percaya yang sudah mampu menyatakannya imannya di hadapan manusia yang diangkat dalam buku ini tapi lebih dari itu sejarah dari gerakan ini sejak awal digambarkan sebagai jemaat yang mengalami berbagai tantangan.

Tentu saja J. M. Carroll menulis buku ini sebagai hasil dari penyeledikan panjang mengenai sejarah keberadaan jemaat ini dari berbagai literature. Berbagai kutipan baik oleh orang-orang yang menyetujui keberadaan jemaat ini maupun bagi mereka yang menolaknya juga tidak lupa disebutkannya. Seperti ungkapan seorang Katholik bernama Kardinal Hosius (1524) yang mengatakan, “Kalau bukan karena para penganut Baptis ini disiksa secara menyedihkan dan ditumpas selama seribu dua ratus tahun terakhir, jumlah mereka akan melebihi dari semua penganut Reformasi.”

Menarik juga membaca buku ini, walaupun sampai saat ini belum diketemukan buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk dipublikasikan. Setidak-tidaknya kita bisa membaca sejarah mengenai keberadaan jemaat Anabaptis yang ditulis oleh mereka sendiri. Istilahnya, supaya berimbanglah pengertian kita dalam melihat kelompok ini. 

Saya dapat bocoran edisi Indonesia sedang diusahakan akan dicetak dan akan diberikan gratis kepada yang berminat. Silahkan komentar untuk yang merasa tertarik. Jika sudah selesai dicetak saya akan menyampaikan kepada teman saya itu.

Sebagian buku-buku yang digunakan dalam penulisan buku ini adalah:

Judul     : The Trail of Blood
Penulis  : J. M. Carroll

Address : Bryan Station Baptist Church, Lexington, Kentucky, US 2002 www. Bryanstation.com

Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates