Jumat, 06 Desember 2019

loading...
Sebuah buku memang bisa memberi wawasan kepada pembacanya, namun lebih dari itu buku juga bermanfaat lebih dari membuka wawasan ketika apa yang ditulis di buku tersebut dipraktekkan di dalam kesehariannya. Ituah komentar awal saya mengenai buku yang satu ini. Saya melihat judul buku ini sekitar 5 tahun yang lalu ketika saya mengunjungi sebuah toko buku, tetapi saya tidak tertarik untuk membelinya ketika itu oleh karena bagi saya apa hubungannya s*ks dengan soal masak memasak. Barulah ketika awal April saya melakukan rutinitas mengunjungi toko buku dan buku ini kembali terpampang dan mulai menarik minat saya sehingga saya mencoba untuk membelinya. 

Ketika saya membaca buku ini memang meleset dari cara saya mereka-reka ketika melihat buku , walaupun ada benarnya sedikit dalam pengertian ternyata buku ini menyinggung sedikit mengenai hubungan antara s*ks dan dapur. Ha, tapi kita jangan cepat-cepat menafsir mengenai sebuah hubungan s*ks yang dilakukan di dapur, tetapi buku ini lebih kepada memberi pengertian yang dalam bagi pembacanya mengenai sebuah hubungan yang bukan hanya terbatas kepada s*ks semata, tapi bagaimana terjadinya hubungan s*ks itu bisa membahagiakan bila itu didorong oleh kedekatan yang sangat dalam dan itu bukan hanya dimulai bila keinginan s*ks datang, tetapi itu berhubungan dengan hal-hal lainnya. 

Sehingga buku ini boleh dibilang menolong pembacanya untuk belajar mengerti keberadaan orang lain, khususnya orang yang paling dekat dengan kita yaitu istri kita, suami kita. Jadi isi dari buku ini lebih kepada bagaimana membina sebuah hubungan antar pribadi sehingga bisa tercipta sebuah hubungan yang harmonis dan bahagia di dalam rumah tangga. Tntu saja isinya bukan hanya berkisar tulisan-tulisan teoritis, tapi sangat praktis.

Kita memang product masa lalu kita, dalam pengertian latar belakang kita telah membentuk kehidupan kita masa kini. Nah, ketika kita bertemu dengan pasangan kita maka tentu saja pasangan kita juga adalah product masa lalunya yang pasti berbeda. Belum lagi ditambah perbedaan jenis kelamin antara pria dan wanita dalam berbagai hal, maka semakin lengkaplah persoalan itu terdorong untuk muncul di tengah-tengah keluarga. Dan jika hal itu tidak disadari, tentu saja hal tersebut akan menjadi persoalan yang rumit di dalam keluarga.

Hal penting yang harus dilakukan untuk bisa mencapai kebahagiaan di dalam keluarga adalah bagaimana masing-masing pihak untuk menyadari keberadaan dirinya, mengenali perasaan-perasaan masing-masing, dan mengapa kita melakukan apa yang kita sering lakukan. Dan berangkat dari mengerti tersebut kemudian kita berpikir untuk “memprogram ulang” diri kit adi saat di saat membutuhkannya.

Satu pesan yang sangat penting disampaikan oleh Dr. Kevin Leman untuk kita adalah, kalau kita mau mengubah tingkah laku pasangan atau orang lain, adalah dengan memulai mengubah tingakah laku kita sendiri. Kalau kita ingin menunjukkan supaya segala sesuatu lebih baik, maka mulailah melakukan perkara-perkara yang dapat menunjukkan kepada pasangan kita bahwa kita memang ingin semuanya baik. Hem, betul juga!

Judul           : S*ks Dimulai dari Dapur (S** Begins in the Kitchen)
Penulis         : Dr. Kevin Leman
Penerbit       : Yayasan ANDI, Yogyakarta, 2000
Penerjemah  : Okdriati S. Handoyo

Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates