Selasa, 10 Desember 2019

loading...

Bagi mereka yang pernah mengenyam Pendidikan sekolah Alkitab atau sekolah teologi, tentu tidak asing dengan buku sakti bernama konkordansi. Tapi bagi Sebagian orang yang belum mengenyam Pendidikan khusus tersebut buku konkordansi seperti asing. Kalaupun pernah membuka halamannya, kok hanya deretan kata seperti kamus. Ya memang penggunaannya hampir sama dengan kamus, hanya ini lebih spesifik dengan penelaahan dan pencarian kata di dalam Alkitab. Tapi kini buku konkordansi seperti kehilangan kesaktiannya setelah digempur oleh pencarian ayat dan referensi secara digital. Bahkan Google semakin mempermudah semuanya.

Eranya memang berubah di mana situasinya berbeda ketika belum popular pencarian melalui digital atau bantuan alat yang sekarang tersebar di mana-mana. Sekedar berbagi pengalaman saja di mana  awal mula melihat konkordansi, saya merasa kebingungan karena tidak tahu bagaimana cara menggunakannya. Lalu bagaimana hubungannya dengan Alkitab karena memang isinya deretan kata-kata dengan susunan ke bawah. Ternyata memang seperti sebuah kamus.

Tapi, jangan dianggap buku tersebut hanya dianggap biasa khususnya bagi mereka yang sangat tertarik untuk mendalami Alkitab. Karena jaman yang serba terbuka seperti sekarang ini pengetahuan mengenai Alkitab seharusnya menjadi perhatian semua orang Kristen. Karena kalau tidak kita akan menjadi orang Kristen yang minder dengan pengetahuan agamanya sendiri. Saya katakana minder, tidak sedikit orang Kristen yang ketika ditanya mengenai keyakinan dan agamanya, serta-merta ia menyebut, pendeta saya lebih tahu, pastor saya lebih mengerti.

Seberapa banyak orang mengerti banyak kata dan kalimat di dalam Alkitab? Karena jangan sampai Alkitab menjadi buku rahasia yang hanya bisa didalami oleh mereka yang sekolah khusus. Memang setuju sekali bahwa supaya tidak salah tafsir dan tidak mengartikan isi Alkitab dengan sembarangan, tapi bukan berarti orang ‘awam’ menjadi tidak tahu sama sekali mengenai isi Alkitab. Justru dengan banyak meyelidiki Alkitab dengan bantuan konkordansi, kamus Alkitab dan seterusnya itu menjadi pembuka diskusi dengan orang yang lebih mumpuni mengenai Alkitab.

Umpamanya kalau ada orang bertanya mengenai Immanuel. Apa yang ada di benak kita? Oh itu sebutan mengenai Yesus Kristus. Berarti itu hanya ada di dalam Perjanjian Baru. Padahal sebenarnya kata itu sudah menjadi sebuah nubuat atau ramalan oleh nabi-nabi jaman sebelumnya. Makanya kalau kita ingin melihat, apakah ada kata Immanuel di tempat lainnya di dalam Alkitab? Nah, konkordansi ini akan menolong kita untuk mengerti keberadaan kata tersebut. Maka bukalah konkordansi dan carilah jajaran huruf i dan cari kata i yang berahiran immanuel di dalam konkordansi tersebut. Maka ternyata Immanuel itu ada di kitab Perjanjian Lama juga tepatnya di Kitab Yesaya.

Tapi seperti yang sudah disinggung di awal, sekarang kita lebih dipermudah lagi dengan berbagai aplikasi yang ada di ponsel kita. Asalkan kita mau mendowload aplikasi Alkitab dan di dalamnya juga ada berbagai versi serta alat bantu di mana sekali ketik sebuah kata, maka akan muncul deretan-deretan yang ada di dalam Alkitab seperti itu.

Jadi, masihkah kita akan menjadi orang Kristen yang masih enggan untuk mendalami keyakinan kit aitu sendiri? Mulailah dengan menyelidiki apa yang kita percaya, dan diskusikan dengan orang yang dianggap lebih tahu. Semoga membantu.

Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates