Senin, 09 Desember 2019

loading...


Baru-baru ini diberitakan mengenai kabar bahwa bintang-bintang panas atau belasan pemain film po*        no di Amerika Serikat ternyata terinfeksi kuman HIV (Human Immunodeficiency Virus), yaitu virus penghancur kekebalan tubuh manusia yang kemudian menyebabkan terjadinya penyakit AIDS. Film-film yang mereka hasilkan memang tersebar di seantero dunia dengan berbagai adegan.
Buku yang diangkat pada postingan ini tentu saja bukan berbicara mengenai mereka, tapi sebuah buku yang menurut saya menarik karena berisi tulisan sebuah pengalaman pahit dari seorang wanita atau lebih tepatnya seorang istri dari seorang lelaki yang kecanduan dengan melihat gadis-gadis cantik dengan tela**ang baik melalui film maupun majalah po       *no mulai dari X sampai kepada XXX (atau ukuran berat ringannya sajian po**       ografi) tersebut.

Menurutnya, kecanduan itu dimulai dengan pandangan sekilas pada majalah yang memuat gambar wanita, tetapi berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih tersembunyi dan membahayakan. Dimulai dengan po*no  *rafi halus, dan lama-kelamaan mengarah kepada kunjungan berkala ke klab bu*il dengan gadis tela*    jang, serta hubungan dengan wanita nakal. Dan Laurie mengalami bagaimana dirinya berusaha untuk melindungi dirinya dan anak-anaknya dari pengaruh por*   ografi yang mengarah kepada penghancuran terhadap keluarga. Dalam kisahnya, Laurie baru mengetahui dengan jelas perihal kecanduan suaminya akan po**     ografi setelah lebih dari 18 tahun pernikahan mereka.

Tapi sebenarnya apa yang salah dengan por*     ografi? Istilahnya, wong orang yang menikmati gambar-gambar gadis belia, se*    si dan er*   tis itu kan dinikmati sendiri? Katakanlah bila sebagai suami kan tidak ada yang dilukai, tidak ada yang terbunuh? Memang benar, tidak ada yang tewas dalam menyaksikan por*    ografi, tidak ada yang terluka, dan tidak ada tindakan pidana dalam hal tersebut. 

Namun menurut Laurie, imajinasi yang ditimbulkan oleh po*   nografi termasuk pengalaman yang menyertainya itu akan terekam secara permanen dalam ingatan kita karena adanya hormon rasa ingin tahu yang dilepaskan ketika materi-materi por*ografi itu dinikmati. Namun yang jelas,dalam faktanya, Laurie sudah mengalami sendiri bagaimana akibat kecanduan por*   ografi yang dialami oleh suaminya itu hampir-hampir merenggut keluarganya menuju kehancuran.
Bagaimana kisah selengkapnya? Buku ini memberi jawaban kesaksian yang sangat menegangkan, mengharukan dan sekaligus membuat iba kita. Jadi kalau Anda ingin tahu, silahkan Anda membacanya!
 
Judul         : An Affair of The Mind (Perselingkuhan Pikiran)
Pengarang : Laurie Hall
Penerbit     : Cipta Olah Pustaka bekerjasama dengan Fokus Pada Keluarga (Focus on The Family)
Tahun         : Bandung, 2001

Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates