Selamat Hari Ibu, Hargailah Dia

 

Setiap tanggal 22 Desember kita diingatkan untuk mengingat peranan ibu dalam kehiduan kita. Karena betapa sering kita malah melupakan dan mengabaikan dengan keberadaan ibu yang sudah bersusah payah melahirkan dan membesarkan kita. Dengan mengingat betapa hebatnya dia Sang Ibu, dengan segala resiko dan perjuangannya untuk kita maka satu kita yang tidak mungkin kita abaikan yaitu menghargai dia.

Hari Ibu sendiri sebenarnya bertujuan untuk kembali melihat bagaimana sebenarnya peranan seorang peran ibu dalam mendidik dan mengajarkan sebagai bangsa Indonesia untuk menyadarkan kita sebagai anak-anaknya mengenai berbangsa dan bernegara. Hal itu dicetuskan dalam Konggres Perempuan Indonesia III 22-27 Juli 1938 di Bandung. Dengan dihadiri oleh 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera kala itu.

Dalam rangka memperingati Hari Ibu itulah sebuah buku ingin diangkat dengan lebih berfokus kepada peranan seorang ibu. Tentu saja berbicara mengenai seorang ibu bukanlah hanya yang bersifat romantisme hubungan anak dengan seorang ibu. Karena terkadang ada juga hubungan tersebut tidak berjalan dengan semestinya.

Seorang ibu. Bagaimanapun kita tidak bisa terleas dari seorang ibu. Dari awal seseorang hidup, tidak mungkin bisa lepas dari faktor ibu. Karena bagaimanapun kita tetap bergantung kepadanya dari sejak awal yang tidak bisa dipenuhi oleh siapapun. Pengaruhnya terhadap seseorang, entah itu laki-laki maupun perempuan tetap melalui faktor ibu. Mungkin ada di antara kita yang merasa ibu kita seperti banyak bicara, selalu mengatur dan tidak pernah diam, tapi bagaimanapun sekali lagi faktor ibu itu tidak bisa dilepaskan.

Dalam banyak kasus terkadang ada anak yang memiliki hubungan yang renggang dengan ibu, dan bahkan bisa saja akhirnya terjebak dalam sebuah konflik yang berkepanjangan, tapi ingatlah, bagaimanapun, peran ibu sangat penting untuk Anda. Namun juga seorang ibu tentu saja juga dibesarkan oleh orang tua mereka termasuk ibu mereka yang juga tentunya hal tersebutkan diterapkan kepada anak-anak mereka. Gap cara didik tersebut bisa saja menimbulkan persoalan di kemudian hari ketika mendidik anak-anak di jaman yang berbeda.

Buku The Mom Factor atau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Faktor Ibu ini ditulis oleh Dr. Henry Cloud dan Dr. John Townsend ini menjadi sangat penting untuk dipelajari oleh karena beberapa hal yang berhubungan dengan seorang ibu kita. Beberapa pertanyaan ini begitu penting untuk membuka wawasan kita yang tertuang dalam buku setebal 365 halaman ini. 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah:

  • Bagaimana  saya bisa memiliki hubungan yang lebih baik sekarang ini  dengan ibu saya sendiri atau ibu orang lain?
  • Apa sajakah masalah-masalah dalam pekerjaan dan hubungan yang saya alami sekarang ini , yang terpengaruh dari cara ibu saya membesarkan saya?
  • Apa yang benar dan salah dalam cara saya membesarkan anak, dan bagaimana keterkaiatannya antara masa kecil saya dengan kehidupan saya sekarang?
  • Bagaimana saya bisa maju melampaui masalah-masalah masa kecil yang saya hadapi dalam menerima asuhan orang tua, sehingga saya dapat terus melangkah maju dalam kehidupan saya?
  • Apa cara terbaik bagi saya untuk membesarkan anak-anak saya sendiri?

Mungkin bagi sebagian orang Indonesia pertanyaan-pertanyaan di atas dalam poin pertama masalah hubungan dengan ibu hampir dipastikan baik-baik saja karena bagi orang timur, menghormati ibu adalah kewajiban yang sudah tertanam dalam benak setiap anak. Paling-paling hubungan itu menjadi renggang ketika bertemu dengan masalah-masalah yang muncul kemudian seperti soal warisan atau semacamnya.

Namun point berikutnya adalah faktor ibu yang memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan pertumbuhan anak baik secara pemikiran maupun secara psikologis anak ketika sudah dewasa. Ada seorang ibu yang ketika memberitahu anak yang salah dengan teriakan sampai tetangga kanan kirinya mendengar suaranya yang keras. Dan penulis menyaksikan sendiri bagaimana akhirnya sang anak ketika berhubungan dengan orang lain juga melakukan seperti apa yang dilakukan oleh ibundanya.

Karena itu, tidak ada manusia yang sempurna, termasuk ketika seorang ibu mendidik anak-anak mereka. Tidak semua ibu memiliki pengetahuan yang benar ketika mendidik anak-anak dan bahkan bisa dalam pengasuhan yang salah

Dan berikutnya adalah bagaimana kita yang sudah dibesarkan melalui tangan seorang ibu dan pengasuhan seorang wanita bernama ibu di mana faktor ibu menjadi faktor yang memberi pengaruh. Pengaruhnya bisa saja salah tapi juga bisa saja benar.

Pada akhirnya, buku Faktor Ibu ini menjadi sangat penting dan perlu untuk dipelajari, baik oleh para ibu maupun oleh kita anak-anak yang pernah dididik oleh seorang ibu. Bagi ibu buku ini akan memberi pelajaran yang menarik bagaimana memberikan pengasuhan yang benar terhadap anak-anak. Tetapi juga lebih penting lagi bagi kita sebagai anak-anak yang mungkin sekarang sudah menjadi dewasa bisa berdamai dengan seorang ibu bila pengasuhannya itu dianggap pernah melukai, menyakitkan.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.