<!-- SEO Blogger Start --> <meta content='text/html; charset=UTF-8' http-equiv='Content-Type'/> <meta content='blogger' name='generator'/> <link href='https://www.idebuku.com/favicon.ico' rel='icon' type='image/x-icon'/> <link href='https://www.idebuku.com/2022/05/adakah-manfaat-demokrasi-bagi-kita.html' rel='canonical'/> <link rel="alternate" type="application/atom+xml" title="Berbagi Ide dari Buku untuk Kehidupan yang Lebih Baik - Atom" href="https://www.idebuku.com/feeds/posts/default" /> <link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="Berbagi Ide dari Buku untuk Kehidupan yang Lebih Baik - RSS" href="https://www.idebuku.com/feeds/posts/default?alt=rss" /> <link rel="service.post" type="application/atom+xml" title="Berbagi Ide dari Buku untuk Kehidupan yang Lebih Baik - Atom" href="https://draft.blogger.com/feeds/5529713767079432659/posts/default" /> <link rel="alternate" type="application/atom+xml" title="Berbagi Ide dari Buku untuk Kehidupan yang Lebih Baik - Atom" href="https://www.idebuku.com/feeds/8439946320345230977/comments/default" /> <!--Can't find substitution for tag [blog.ieCssRetrofitLinks]--> <link href='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSTqAzjDdimlzTojTO_THH7m3OacswIwCv1T3sMY3Wumx2vXd5HNPEPSMHo9Qvo_VdNO3gVf8zhpWebFfrrbBIbrn-TFmc8VrXZbDGo6kyXBZWU5iwhPT80IgIp7SMH58-qujN7tQS6X8nsAmQ1bMwgVMRjyAEEyIB9UzeieCWS38Xm1SIqnvbTkuO/s320/3418523340_318f346b2a_w.jpg' rel='image_src'/> <meta content='Manfaat demokrasi bagi Kita' name='description'/> <meta content='https://www.idebuku.com/2022/05/adakah-manfaat-demokrasi-bagi-kita.html' property='og:url'/> <meta content='Adakah Manfaat Demokrasi Bagi Kita?' property='og:title'/> <meta content='Manfaat demokrasi bagi Kita' property='og:description'/> <meta content='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSTqAzjDdimlzTojTO_THH7m3OacswIwCv1T3sMY3Wumx2vXd5HNPEPSMHo9Qvo_VdNO3gVf8zhpWebFfrrbBIbrn-TFmc8VrXZbDGo6kyXBZWU5iwhPT80IgIp7SMH58-qujN7tQS6X8nsAmQ1bMwgVMRjyAEEyIB9UzeieCWS38Xm1SIqnvbTkuO/w1200-h630-p-k-no-nu/3418523340_318f346b2a_w.jpg' property='og:image'/> <!-- Title --> <title>Adakah Manfaat Demokrasi Bagi Kita? - Berbagi Ide dari Buku untuk Kehidupan yang Lebih Baik Adakah Manfaat Demokrasi Bagi Kita? - Berbagi Ide dari Buku untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Adakah Manfaat Demokrasi Bagi Kita?

Roy Suryo Dilaporkan ke Polisi, begitu sebuah judul berita. Pelaporan lain juga banyak terjadi karena konten medsos. Dan hampir setiap waktu kita disuguhi berbagai aduan ke polisi.

Rasanya baru kali ini kita memasuki era di mana hampir setiap saat kita mendengar orang saling melaporkan pihak lain. Media sosial menambah mudahnya orang untuk mengeluarkan pendapat, tapi juga media sosial bisa menjadi alat kita mengumpulkan bukti untuk saling melaporkan. Apakah ini bagian dari efek demokrasi? Entahlah.

Tapi mari kita lihat deretan kasus-kasus pelaporan yang dilakukan satu pihak kepada pihak lain. Ada saja muncul di media berita, kasus-kasus pelaporan kepada pihak yang berwajib. Walaupun berbicara demokrasi berbicara sistim kekuasaan tapi juga memiliki efek di mana kebebasan itu juga dirasakan sampai ke level bawah.

Bicara demokrasi memang bukan berbicara bagaimana setiap orang bisa mengungkap gagasannya tanpa takut dibungkam. Namun demokrasi akhirnya memiliki makna kebebasan mengungkapkan pendapat apapun. Dan sepertinya kita masuk ke era di mana tidak sedikit yang menjadi bingung di mana demokrasi dianggap sebagai sebuah kebebasan yang sebebas-bebasnya. Melupakan bahwa rambu-rambu sudah dibangun supaya kebebasan seseorang juga dibatasi oleh kebebasan orang lain. 

Demokrasi! Ah, tidak mungkin orang bertanya lagi dengan pertanyaan makanan apa itu? Walaupun kata di atas akhir-akhir ini sering kita dengar dari perdebatan, diskusi, para pemimpin negeri ini sampai kepada para demonstran yang berusaha menyuarakan aspirasinya. 

Namun terkadang sementara demokrasi diteriakkan, tindakan fisik menyertainya. Pemilihan kepala daerah, walikota, bupati, gubernur dan terakhir pemilihan presiden RI menjadi sebuah kejadian yang nyata dari ekses sebuah demokrasi.

Mantan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Abdul Hakim Garuda Nusantara mengungkapkan (Kompas 24 Juni 2008) bahwa di samping demokrasi membawa dampak yang sangat positif dari sebuah demokratisasi di Indonesia sangat terasa dalam hak berekspresi, hak berkumpul, hak berpartisipasi dalam pemerintahan, tapi juga berdampak pada peningkatan pada kemiskinan, bertambahnya jumlah pengangguran dan semakin meningkatnya kesenjangan sosial. 

Namun hal tersebut bukan semata-mata karena kesalahan demokrasi. Kalau begitu kondisi tersebut disebabkan oleh kesalahan sistem demokrasi yang digunakan dan pendistribusian sumber daya ekonomi yang tidak merata di Indonesia.

Tapi kan tidak semua orang yang bisa mengerti apa yang menjadi gagasan Pak Abdul Hakim Garuda Nusantara di atas? Karena kenyataannya, masih banyak orang yang cara berpikirnya lain dalam pengertian terbalik. Dulu waktu jaman otoriter, orang tidak susah cari makan, minyak tanah juga gampang didapat dan harganya juga mudah dijangkau oleh rakyat kebanyakan, pupuk tidak melambung tinggi harganya hingga petani dengan mudah memperoleh dan melakukan tugasnya dengan gampang. 

Tapi coba bandingkan dengan sekarang, semuanya jadi terbalik. Terus terang saja, saya yang sering bertemu dengan orang-orang kecil sering kali mendengar ungkapan-ungkapan senada.

Dalam hal tersebut buku berjudul Demokrasi, :Sebuah Pengantar untuk Penerapan yang diterbitkan oleh Fredrich-Ebert Stiftung ini mungkin bisa menjawab kebingungan di atas. Judul buku: Demokrasi, Sebuah Pengantar untuk Penerapan. Penulis: Prof. Dr. Thomas Meyer. Penerbit: Friedrik-Ebert-Stiftung Kantor Perwakilan Indonesia. Tahun terbit: Desember 2002

Karena bagi mereka yang merasakan pahitnya akibat merasakan memasuki sebuah alam demokrasi tentu saja akan berpikir demokrasi seperti menjadi malapetaka. Karena apa? Karena demokrasi hanya sering dihubungkan dengan kenyataan negara-negara miskin yang terdapat kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendesak daripada demokrasi itu sendiri.

Padahal sebenarnya, jika demokrasi berfungsi dengan baik akan lebih efektif dalam hal menyalurkan makanan sehingga orang yang tadinya kelaparan bisa mendapatkan makanan. Demokrasi yang sempurna adalah sistem kekuasaan yang memiliki komitmen untuk memperjuangkan hak asasi manusia dan penegakan hukum yang independen (hal. 1)

Jadi buku ini cukup penting untuk dibaca oleh siapa saja yang tertarik untuk mencari pengertian dan kegunaan demokrasi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.