Rabu, 17 Februari 2021

loading...

 


Blusukan, kata ini menjadi populer ketika kata ini dihubungkan dengan politik di mana ada beberapa tokoh yang melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan cara blusukan. Tentu saja kalau menilik kepada arti blusukan itu sendiri menurut Badan Bahasa Kemdikbud, blusukan berasal dari bahasa Jawa yaitu blusuk yang mendapat akhiran an yang artinya masuk-masuk ke tempat tertentu untuk mengetahui sesuatu. Menariknya buku yang sedang ada di Meja Redaksi idebuku.com ini sebuah buku karangan Mark Twain yang oleh Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama diterjemahkan judulnya dalam bahasa Indonesia dengan kata Blusukan. Sementara dalam buku aslinya berjudul Roughing It. Maklum dari sisi isi buku memang menggambarkan kegiatan dari makna dari blusukan tersebut.


Judul             : Roughing It (Blusukan)

Penulis          : Mark Twain

Penerbit        : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Jalaman        : 682 halaman

Membaca buku ini kita serasa dibawa kepada sebuah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain dengan tempat yang situasinya satu dengan yang lain berbeda. Sehingga kita tidak akan merasa bosan menyelesaikan membaca buku ini dari bab ke bab. Pengamatan yang detail mengenai keadaan sebuah daerah dari hal-hal yang sifatnya besar dan menyeluruh sampai kepada hal-hal yang bersifat kegiatan kecil. Dengan ditambah bumbu-bumbu yang menjadikan sebuah lokasi menjadi hidup karenanya.

Penjelasan detail itu sendiri meliputi banyak hal, baik daerah dengan lokasi-lokasi yang khusus sampai kepada orang-orang yang berkegiatan di dalamnya semuanya terekam sangat enak untuk diikuti. Belum lagi di dalamnya terkadang ada drama-drama kecil di mana penggambaran kejadian nyata benar-benar memberi gambaran komplit sebuah peristiwa. Drama yang dimaksud bukanlah hal-hal yang dikarang, tapi drama-drama kehidupan yang dituturkan Mark Twain terkadang lucu dan menjadikan buku ini menarik minat untuk diselesaikan dibaca.

Sebenarnya Mark Twain sendiri menulis buku ini berdasarkan pengalamannya dalam perjalanan yang bukan dilakoni khusus, tapi perjalanan tersebut adalah karena ia mengikuti kakaknya yang menjadi Tuan Sekretaris Nevada yang ditugaskan ke berbagai daerah. Awalnya ia hanya ingin melakoninya selama tiga bulan saja, tapi rupanya hal tersebut terus berlangsung sampai tujuh tahun. Tempat yang satu pastilah berbeda dengan tempat yang lain dengan berbedaan kultur, kebiasaan dan kehidupan sebuah daerah yang tentu menjadikan buku ini seperti memberikan informasi yang detail mengenai keadaan tempat-tempat tersebut di masanya. Contohnya bagaimana ia mengamati kehidupan orang-orang Indian, atau bagaimana ia menyaksikan kehidupan orang-orang Mormon pada jaman awal aliran tersebut. Semuanya menjadi informasi yang menarik.

Namun buku ini sebenarnya memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi siapapun yang sedang demam melakukan blusukan dengan tujuan-tujuan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat. Mengapa? Karena dengan belajar dari cara Mark Twain menganalisa sebuah daerah akan memberikan informasi yang lengkap untuk kemudian ditindaklanjuti dengan tindakan selanjutnya. Jadi, Mark Twain telah mengajarkan bagaimana mengetahui persoalan sebuah masyarakat sebenarnya dan bukan hanya mendengar dari satu pihak, tapi berdasarkan pengamatan langsung. Dan dari pengamatan itulah yang seharusnya dilakukan dalam blusukan.

Misalnya saja ketika Mark Twain sedang mengamati orang-orang Mormon yang bermarkas di Great Salt Lake City, ia bukan hanya mengumpulkan informasi yang sudah diterimanya sejak lama mengenai orang-orang Mormon tersebut, tapi ia juga mengamati sampai ke persoalan-persoalan yang terjadi dalam kehidupan orang-orang Mormon tersebut dalam keseharian. Sehingga informasi tersebut memberi gambaran jelas dari kehidupan, kebiasaan, tradisi, pantangan-pantangan dari kelompok tersebut. Dan informasi besar akan menjadi lengkap karena detail yang mengikutinya.


Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates