Kamis, 25 Februari 2021

loading...


Bagi orang yang pernah merasakan terserang vertigo, pasti tahu bagaimana tidak nyamannya situasi tubuh. Serangan itu, menurut pengalaman Redaksi yang pernah mengalami vertigo, dimulai dengan sebuah tanda seperti ada suara gasing yang dilepas. Tiba-tiba saja dunia sekitar seperti berputar yang seakan-akan sulit untuk dikendalikan. Beruntung ketika serangan vertigo itu datang Redaksi sedang melakukan kegiatan bersih-bersih untuk sekedar mengeluarkan keringat kecil. Tiba-tiba keseimbangan hilang dan saya berusaha untuk mencari tempat untuk merebahkan diri. 

Bayangan Redaksi saat itu, pengalaman tersebut seperti menjadi akhir hidup di mana nyawa seakan terlepas. Maklum itu pengalaman pertama dan semoga yang terakhir. Vertigo semoga tidak menyerang lagi. Karena dunia sekitar terus berputar seperti dermolen yang sedang berputar kencang di pasar malam. Semuanya berputar. Karena merasa pusing kemudian Redaksi berusaha untuk memejamkan mata serapat-rapatnya, tapi putaran itu terus semakin kencang. Karena saking pusingnya, ingin rasanya mau muntah. Sambil berteriak untuk melepas ketegangan, sambil terus berpegangan pada apapun yang ada di sekitar. Entah berapa detik itu terjadi, tapi akhirnya sedikit demi sedikit mereda. Namun apesnya, setelah mereda beberapa detik, tiba-tiba serangan kedua datang dan kemudian pengalaman pertama terulang.

Sebagai tambahan dari pengalaman redaksi mengalami vertigo, di mana sampai hari ini masih teringat kejadian sebelum vertigo itu menyerang. Malam sebelum kejadian redaksi keasyikan membaca buku hingga larut malam. Dan ketika pagi hari tanpa sarapan terlebih dahulu, dan hanya minum kopi langsung melakukan aktifitas pagi dan dilanjutkan dengan bersih-bersih hingga pukul 12 siang. Tentu saja 

Itulah gambaran bagaimana pengalaman vertigo itu benar-benar tidak mengenakkan. Nah, Redaksi memiliki sebuah buku yang ditulis oleh para pakar baik itu pakar di bidang kedokteran umum maupun dokter spesialis saraf.

Judul         : Bunga Rampai Vertigo

Penulis      : Prof Dr. dr. Sri Utami, Sp.S(K), dr. Rusdy Ghazali Malueka, Ph.D dan dr. Abdul Gofir, Sp.S(K)

Penerbit    : Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

Tahun        : Januari 2019 (Cetakan ketiga)

Halaman   : vii + 134 halaman

Memang bila dilihat dari para penulisnya yang akademisi dan praktisi maka isinya akan bisa ditebak bila penjelasannya sangat ilmiah dan berdasarkan berbagai data yang akurat. Selain juga pemaparan berbagai jenis vertigo yang menyerang manusia dengan pendekatan yang bisa dilakukan. Makanya buku ini menjadi buku langka karena memang masih jarang buku-buku bahasan mengenai vertigo yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Makanya buku ini bisa menjadi cara untuk memudahkan khususnya para mahasiswa kedokteran dan calon dokter spesialis dalam mempelajari vertigo.

Bila Anda membaca tulisan membuka artikel ini di mana pengalaman redaksi idebuku.com dalam bentuk cerita, maka kalau membuka buku ini tentu saja jauh berbeda, karena sifatnya ilmiah tadi. Seperti pengertian vertigo dari bahasa aslinya yaitu bahasa Latin vertere, yang artinya memutar-merujuk pada sensasi berputar sehingga mengganggu rasa keseimbangan seseorang, umumnya disebabkan oleh gangguan pada sistem keseimbangan.

Walau demikian bagi orang awam seperti penelaah buku ini, tentu saja bacaan ini akan bermanfaat guna mengetahui analisa para ahli di mana orang yang pernah mengalami vertigo dari segi usia bisa menyerang siapapun. Walaupun bisa diprosen, 25% penderita berusia lebih dari 25 tahun dan 40% dialami oleh mereka yang di atas usia 40 tahun dan 30% pada populasi lebih dari 65 tahun.

Sebagai buku ilmiah tentu dalam pemaparannya juga dijelaskan berbagai jenis-jenis vertigo dan bagaimana vertigo itu berlangsung, cara-cara mengatasinya, serta bagaimana posisi yang benar ketika serangan vertigo itu datang semuanya diungkap dalam buku ini. Semoga bermanfaat, sebelum Anda memutuskan untuk membeli buku ini.

Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates