Seperti Apakah Kita Memperlakukan Orang Tua? Memahami Psikologi Usia Lanjut dan Menyambut Perubahan di Masa Tua dengan Bijak
Pertanyaan mengenai kehidupan di usia lanjut bukan hanya sekadar renungan, tetapi sebuah kenyataan yang pasti. Ini bukan tentang karma atau nasib buruk, melainkan tentang siklus hidup manusia. Jika Tuhan memberikan kita umur panjang, maka masa tua adalah fase yang tak terhindarkan. Maka, memahami psikologi usia lanjut menjadi penting agar kita bisa menjalani usia senja dengan penuh kesiapan dan kebijaksanaan.
Disukai atau tidak, usia lanjut akan menjadi bagian dari perjalanan kita. Masa ini bukan hanya tentang uban yang memutih atau tubuh yang melemah, tetapi tentang berbagai perubahan yang terjadi dalam diri manusia — baik secara fisik, mental, emosional, sosial, maupun spiritual. Buku Psikologi Usia Lanjut yang kini berada di tangan redaksi idebuku.com ini secara komprehensif membahas dinamika tersebut.
Buku ini mengajak pembaca untuk melihat masa tua bukan sebagai akhir, tetapi sebagai fase kehidupan yang tetap bermakna dan penuh peluang untuk pertumbuhan batin. Dalam setiap babnya, penulis menggambarkan bagaimana lansia mengalami penyesuaian diri terhadap kehilangan (seperti kehilangan pasangan hidup atau peran sosial), menghadapi tantangan kesehatan mental seperti kesepian atau depresi, serta bagaimana pentingnya dukungan sosial dan spiritualitas di usia senja.
Salah satu kekuatan buku ini adalah pendekatannya yang ilmiah namun tetap humanis. Disertai studi kasus dan refleksi praktis, buku ini bisa menjadi panduan tidak hanya bagi para lansia, tetapi juga bagi keluarga, caregiver, pekerja sosial, dan siapa pun yang peduli dengan kualitas hidup di masa tua.
Dengan membaca buku ini, kita diajak untuk tidak takut menua, tetapi justru mempersiapkannya dengan bijak. Karena, seperti yang diungkapkan dalam buku ini, masa tua bukanlah beban, melainkan bagian penting dari keberlangsungan hidup manusia yang patut dipahami dan dihargai.
Judul : Psikologi Usia Lanjut
Penulis : Prof. Dr. Siti Partini Suardiman
Penerbit : Gadjah Mada University Press, Yogyakarta
Tahun : Tahun 2016 (cetakan ke II)
Halaman : 280 halaman
Dari sekian banyak buku yang dijajar di rak-rak toko buku, mungkin akan sulit menemukan buku yang membahas mengenai usia lanjut. Entah kenapa, apakah karena tema ini kurang menarik untuk dibahas atau memang banyak orang yang berpikir, "Ah, itu kan bahasan mengenai orang-orang yang sedikit orang memiliki interes. Padahal untuk diketahui saja bahwa ke depan jumlah manusia usia lanjut akan terus meningkat karena terutama meningkatnya bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial yang berdampak kepada meningkatnya angka rata-rata usia harapan hidup penduduk. Artinya, manusia usia lanjut akan semakin banyak kita jumpai.
Manusia Lanjut Usia Siapa yang Peduli
Kemudian banyaknya usia tua yang semakin panjang itu tentu saja harus disikapi dengan benar dan tepat. Karena kalau tidak, usia lanjut akan dianggap beban. Padahal, seharusnya usia lanjut bila disikapi dengan benar yang tentu dengan memikirkan dengan matang pola yang harus dilakukan untuk menciptakan bahwa usia lanjut bisa menjadi usia yang masih produktif. Dalam hal ini seharusnya pemerintah juga turut memikirkan hal ini dan tidak hanya fokus dengan produktifitas manusia yang masih berada di usia muda. Kalau tidak, maka bisa jadi datang waktunya di mana dana yang semula harus dialokasikan untuk usia muda, tapi karena membludaknya jumlah penduduk usia senja yang tidak disiapkan bisa mengalir untuk dialokasikan kepada usia tua tadi.
Buku ini menjadi sangat penting ketika kita mengerti dan memahami perubahan-perubahan yang terjadi pada manusia lanjut usia supaya mereka tidak menjadi manusia yang terbuang. Lagi pula, kalau kita tidak pernah mengurus bagaimana menyiasati kehidupan usia lanjut ini maka pada waktunya kitapun yang sekarang berada pada usia muda, akan tiba gilirannya untuk masuk ke usia senja dan diperlakukan yang sama seperti kita memperlakukan mereka yang sekarang berada dalam usia tua.
Faktor Berikut yang Akan Membuatmu Menghargai Usiamu
Perlu diingat juga peringatakn buku ini bahwa pembangunan kependudukan atau sember daya manusia di mana penduduk sebagai modal pembangunan juga harus mengingat bahwa usia lanjut ada di dalamnya. Nah, dengan mengetahui dan mengerti permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh manusia lanjut usia maka kitapun bisa mengantisipasi seluruh persoalan yang muncul.
Pihak yang seharusnya memiliki kepedulian tinggi terhadap usia lanjut itu setidaknya ada dua yaitu pemerintah dan keluarga di mana usia lanjut berasal. Dalam hal ini pemerintah bukan hanya berurusan dengan masalah usia lanjut berhubungan dengan kesehatan semata, tapi banyak hal lainnya yaitu ekonomi dan masalah psikologi yang tentu berbeda jauh dengan mereka yang berada di usia lanjut. Sementara keluarga-keluarga juga memiliki kepentingan untuk mengerti akan usia lanjut ini, karena bagaimanapun usia muda tidak akan ada bila tidak ada mereka yang sudah lanjut usia, makanya tidak seharusnya kita menutup mata dengan mereka yang menjadi bagian dari keluarga kita yang sudah berusia lanjut.
Akhirnya, kita harus ingat bahwa bagaimanapun kita tidak akan menjadi manusia 'batu' yang selalu muda, dan tidak akan pernah tua. Tetapi, usia lanjut itu akan datang dan tiba dalam setiap kehidupan kita yang sekarang masih muda. Kita hanya menunggu giliran saja. Ingatlah akan ungkapan ini, "Apa yang engkau tabur, engkau akan menuainya juga"
Posting Komentar