Informasikan S*ks pada Anak Sebelum Mendengarnya dari Luar

Kesan pendidikan s*ks di masyarakat sebagian masih menganggap tabu disinyalir karena kurang lengkapnya informasi yang diterima. Kalaupun akan dijadikan formal diterimanya masih samar-samar arti dan maknanya. Padahal informasi apa sekarang ini yang tidak bisa diakses oleh siapapun termasuk anak-anak?

Semuanya menjadi terbuka. Informasi mengenai seks bisa ditelusuri dengan jari. Bahkan sesuatu yang dianggap tabu, kinipun bisa saja menjadi tema yang malah diburu untuk diakses. Jadi, apalagi yang bisa kita sembunyikan dari anak-anak kita termasuk informasi mengenai seks ini? Justru ketika sebagai orang tua berusaha untuk menyembunyikan malah akan menjadi pertanyaan, rahasia apa yang terkandung di dalam rahasia tersebut?

Apakah karena kata s*ks itu sendiri dianggap berkonotasi 'tidak pantas' untuk diungkap di depan umum, atau masih merasa takut nantinya isi pendidikannya menjurus kepada pelajaran bagaimana melakukan hubungan laki-laki dan perempuan.

Buku yang Redaksi tawarkan dan menjadi perhatian kali ini adalah berjudul, Bunda, S*ks itu Apa Sih?: Cara Cerdas dan Bijak Menjelaskan S*ks pada Anak. Buku ini ditulis oleh Nahda Kurnia dan Ellen Tjandra. Seperti harapan dari buku ini adalah bisa menjadi salah satu sumber untuk membantu orang tua ketika memberikan penjelasan atau membangun pemahaman dan kesadaran bagi anak tentang s*ks.

Karena buku ini berdasarkan dari pengalaman bagaimana memberi penjelasan kepada anak di seputar pertanyaan mengenai s*ks yang muncul dengan araham psikolog anak. Maka penulis merasa perlu untuk melihat katagori-katagori anak dengan tema penjelasan yang sesuai dengan perkembangannya.

Kembali kepada perkembangan pola hubungan anak dengan orang tua yang kebanyakan berusaha untuk membatasi diri bagi orang tua untuk berbicara masalah seksualitas dengan anak. Dianggapnya wilayah itu merupakan wilayah sakral dan pribadi yang hanya bisa diketahui oleh para orang tua. Makanya bila kemudian muncul pertanyaan di sekitar seksualitas dari anak, bisa saja pertanyaan itu seperti sebuah peluru yang mendesing di telinga karena begitu kagetnya.

Bagi sebagian orang tua, pertanyaan-pertanyaan seperti, "Kok adik bisa ada di perut mama sih?" Lebih menohok lagi bila datang serangan pertanyaan, "Kondom itu apa?" menjadi pertanyaan yang bisa dianggap membahayakan. Cara menjawabnya bila hal itu dianggap berbahaya, akan bereaksi dengan minta tutup mulut untuk tidak membicarakan persoalan tersebut.

Ingat bahwa ketika anak diminta berhenti untuk membicarakan hal tersebut maka anak sebenarnya menyimpan pertanyaan itu sendirian. Bila hal tersebut menjadi sebuah pertanyaan rahasia, maka bisa saja anak akan mencari jawaban di tempat lain. Lebih bahaya lagi adalah ketika anak tidak mengerti sama sekali tubuhnya dengan bagian-bagian yang sensitif maka bisa menyikapinya dengan berbagai cara.

Buku ini ditulis berdasarkan analisa dan tentu survei mengenai tema yang diangkat yaitu pendidikan seks kepada anak. Dan ketika berbicara mengenai pendidikan seks mungkin di pikiran banyak orang adalah sebuah pendidikan seperti pendidikan formal yang memiliki kurikulum jelas dan seterusnya. Sehingga banyak orang tua menghindari berbicara mengenai yang satu ini.  

Mungkin bagi keluarga yang memiliki kebiasaan berpikir terbuka bisa saja pendidikan s*ks merasa perlu, tapi kembali lagi banyak orang tua yang merasa seperti tidak memiliki kemampuan untuk mengajarkan anak mengenai seksualitas. Lebih jauh lagi orang tua yang menyadari pentingnya pendidikan sekspun bertemu dengan persoalan, dari mana akan dimulainya? 

Buku yang cukup praktis ini mungkin bisa menolong bagi banyak orang tua untuk mempersiapkan diri ketika menghadapi perkembangan anak. Dengan pemilahan dari segi umur anak penulis membaginya dengan baik. Dan bahkan dalam umur-umur tertentu anak juga dapat membaca buku ini sebagai pengetahuan.

Jadi siapkanlah untuk memberi pendidikan s*ks bagi anak sebelum ia mencari di tempat-tempat lain yang bisa saja menyesatkan anak-anak kita.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.