Logical Fallacy, Ad Hominem


Logical Fallasy adalah kesalahan logika berpikir ketika menyampaikan sebuah gagasan atau argumen dalam sebuah komunikasi. Sementara ad hominem adalah penyerangan sebuah kebenaran argumen dengan cara menyerang dari sisi negatif yang mendukung klaim kebenaran tadi.

Kembali kepada kata fallacy sendiri memiliki makna 'menipu' deception dari kata fallacia. Bisa bermakna memang bisa saja kelihatannya benar tapi sebenarnya mengandung kesasatan berlogika.

Tapi dalam logical fallacy sendiri bukan hanya ada kecacatan dalam berargumen tapi lebih dari itu bisa dengan tujuan menipu supaya apa yang diutarakannya dianggap benar menurut dirinya. 

Makanya ada dua pihak di sini yang seharusnya berusaha untuk meminimalisir munculnya logical fallacy tadi yaitu, penyampai argumen supaya membetulkan logikanya, tapi juga penerima gagasan itu bukan hanya mengikuti dan tunduk. Tapi perlu adanya pikiran kritis dan melawan gagasan yang sesat itu untuk menemukan sebuah kebenaran.

Buku yang sedang ada di tangan Redaksi adalah buku bagus untuk memahami secara praktis kasus-kasu logical fallasy dalam kehidupan sehari-hari. Begitu banyak sebenarnya peristiwa-peristiwa dalam kehidupan ini di mana orang menyampaikan sebuah argumen dengan kecacatan berpikir.

Buku ini bersifat praktis karena di dalamnya kita bisa melihat 72 macam kekeliruan cara berpikir dalam kehidupan sehari-hari. Dan penulis berusaha juga untuk memberi beberapa masukan bagaimana seharusnya membangun sebuah argumen, dan membantahnya argumen tadi bila mulai masuk ke jenis logical fallasy ini.

Dari isi, buku ini jangan dibayangkan banyak teori-teori yang sulit dan ribet, tidak, justru inilah kelebihan dari sang penulis yang bisa memberikan banyak contoh yang bisa diserap oleh pembaca sehingga bisa dibaca oleh siapapun dengan mudah dimengerti. Menjadi mudah dicernah karena penyampaiannya juga renyah.

Tentu saja karena mungkin penulisnya memiliki latarbelakang pondok pesantren (pernah belajar di Pondok Pesantren Babus Salam) sehingga isinya lebih banyak menggunakan pendekatan agama dan perbandingan agama dalam menilai peristiwa-peristiwa terjadinya logical fallasy dalam kehidupan sehari-hari.

Namun justru inilah kelebihan dari buku ini di mana pembaca akan dibawa untuk berpikir benar dalam melihat sebuah persoalan atau kasus-kasus di masyarakat supaya kita memahami sebuah argumen yang dibangun oleh orang lain di luar pemikiran kita. Bahkan buku ini menjadi konstruktif untuk membangun hubungan dengan orang lain, pihak lain yang berbeda. Bukan hanya berbeda secara agama, tapi bisa jadi berbeda secara aliran dan seterusnya.

Tentu saja buku ini akan membantu banyak pihak di mana ketika kita memasuki sebuah dunia yang sempit sehingga kita menjadi dekat satu sama lain oleh karena media sosial yang tak bisa kita tolak. Dalam interaksi di media sosial terkadang kita juga memasuki gesekan dan melempar argumen untuk ditanggapi oleh pihak lain. Argumen-argumen itu terkadang dibangun dengan berbagai macam narasi. Logical fallasy terkadang bisa muncul ketika kita beradu argumen tadi.

Kalau tidak maka bisa saja kita terjebak dengan apa yang disebut dengan ad hominem yaitu kita menyerang argumen orang lain yang benar dengan cara menyerang sisi negatif dari yang memiliki argumen tadi. Bila hal ini terjadi, maka tentu bukan lagi sebuah diskusi yang sehat, tapi malah lebih kepada bagaimana unsur ingin menyakiti muncul, walaupun dengan cara argumen.

Sebagai makhluk yang berada di dunia yang sempit secara media sosial tadi sehingga kita memiliki kesempatan untuk bisa bertemu dan mengasah untuk bisa saling memahami. Buku karangan Muhammad Nuruddin berjudul (Logical Fallacy: Menguak Kesalahan-kesalahan Berpikir yang Kerap Kita Jumpai Sehari-hari) patut dibaca. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.