Review Buku "The Conscious Parent": Saatnya Berdamai dengan Ego & Mengasuh Anak dengan Hati
Kunci Sukses Menjadi orang Tua di Jaman Moderen
Pernahkah Anda merasa frustrasi karena anak tidak menuruti keinginan Anda? Atau mungkin, Anda mendapati diri Anda mengulangi pola omelan dan hukuman yang sama seperti yang dilakukan orang tua Anda dulu, sesuatu yang pernah Anda berjanji tidak akan melakukannya? Jika ya, Anda tidak sendirian. Dan buku "The Conscious Parent" (Pengasuhan Sadar) karya Dr. Shefali Tsabary, yang diterbitkan dalam edisi Indonesia oleh Penerbit Javanica, adalah jawabannya.
Buku ini bukanlah buku panduan parenting biasa yang berisi tips dan trik. Ini adalah sebuah peta jalan untuk transformasi diri kita sebagai orang tua.
Memutus Rantai Lama: Akar Masalah Pengasuhan
Seperti yang saya sadari saat membacanya, inti dari buku ini sangat kuat: Banyak masalah dalam pengasuhan tidak berakar pada perilaku anak, tetapi pada ego orang tua yang tidak disadari.
Dr. Shefali dengan berani membongkar bagaimana kita, tanpa sadar, memproyeksikan kebutuhan, ambisi yang gagal, dan luka masa lalu kita kepada anak-anak. Kita ingin mereka menjadi apa yang kita inginkan, bukan menjadi diri mereka yang sejati. Inilah yang disebut "pengasuhan berbasis ego".
Membongkar Ego Orang Tua: Musuh dalam Selimut
Bab yang paling menampar bagi saya adalah pembahasan mengenai berbagai bentuk ego orang tua. Ego ini bisa muncul dalam berbagai bentuk:
Ego "Tujuan": Saat kita melihat anak sebagai proyek. Mereka harus berprestasi, masuk sekolah favorit, atau menguasai bidang tertentu—bukan karena itu passion mereka, tetapi karena itu membuat kita merasa berhasil sebagai orang tua.
Ego "Kontrol": Kebutuhan untuk mengatur setiap aspek kehidupan anak, mulai dari pakaian hingga pilihan teman. Ini bukan tentang melindungi, tetapi tentang ketakutan kita akan ketidakpastian dan kehilangan kendali.
Ego "Citra": Keinginan agar anak selalu tampil sempurna di mata orang lain. Perilaku baik mereka menjadi validasi bagi kita, dan perilaku buruk mereka menjadi aib yang harus ditutupi.
"The Conscious Parent" mengajak kita untuk berhenti sejenak dan bertanya: "Apakah ini untuk kebaikan anakku, atau untuk memuaskan egoku?"
Dari Kontrol Menuju Koneksi: Inti Pengasuhan Sadar
Lalu, apa solusinya? Dr. Shefali menawarkan sebuah pergeseran fundamental:
Anak sebagai Cermin: Alih-alih melihat anak sebagai tanah liat yang harus dibentuk, lihatlah mereka sebagai cermin. Perilaku "sulit" mereka seringkali memantulkan area dalam diri kita yang perlu disembuhkan. Saat anak tantrum karena tidak didengar, mungkin itu adalah cerminan dari luka kita sendiri yang sering merasa tidak terlihat.
Melepaskan Ekspektasi: Pengasuhan sadar berarti merangkul anak apa adanya, bukan anak yang ada dalam fantasi kita. Ini adalah tentang mendukung perjalanan unik mereka, bahkan jika itu berbeda 180 derajat dari impian kita.
Membangun Koneksi, Bukan Kepatuhan: Tujuan utama bukan lagi membuat anak patuh, tetapi membangun hubungan yang tulus dan terhubung. Ketika koneksi kuat, kerja sama akan mengikuti secara alami, bukan karena paksaan, tetapi karena rasa saling percaya dan hormat.
Kesimpulan: Untuk Siapa Buku Ini?
"The Conscious Parent" bukan bacaan ringan. Buku ini menantang, mengusik, dan bahkan mungkin membuat Anda tidak nyaman. Tapi, buku ini wajib dibaca jika Anda: Merasa lelah dan terjebak dalam siklus marah-menyesal dalam pengasuhan. Ingin memutus rantai pola asuh "beracun" dari generasi sebelumnya.
Siap untuk melakukan perjalanan ke dalam diri demi menjadi orang tua yang lebih baik. Merindukan hubungan yang lebih dalam dan otentik dengan anak Anda. Ini adalah undangan untuk berevolusi. Bukan untuk menjadi orang tua yang sempurna, tetapi untuk menjadi orang tua yang sadar. Sebuah perjalanan yang akan membebaskan tidak hanya anak Anda, tetapi juga diri Anda sendiri.

Posting Komentar untuk "Review Buku "The Conscious Parent": Saatnya Berdamai dengan Ego & Mengasuh Anak dengan Hati"
Posting Komentar