Siapa dan Apa yang Ingin Dipahami Supaya Bisa Mengerti?

Buku menarik tentang memahami, tapi jangan dulu berpikir karya ini buku komunikasi praktis, seperti bagaimana memahami pasangan, mengerti pacar atau semacamnya. Walaupun pada dasarnya buku Seni memahami ini isinya berbicara mengenai hermeneutika yang adalah "seni memahami", dan merupakan fondasi dari komunikasi yang mendalam. 

F. Budi Hardiman sebagai penulisnya adalah salah satu filsuf kontemporer Indonesia yang paling mumpuni dalam menjelaskan pemikiran Barat dengan bahasa yang jernih. Buku ini sebenarnya adalah "peta jalan" tentang bagaimana cara manusia menafsirkan teks, simbol, dan bahkan percakapan antarmanusia.

Berikut adalah beberapa gagasan menarik dari buku tersebut yang bisa dilihat yaitu:

1. Dari Teknik Menjadi Filsafat

Awalnya, hermeneutika hanyalah alat (teknik) untuk menafsirkan teks suci atau hukum agar tidak salah urat. Namun, melalui buku ini, Hardiman menunjukkan pergeserannya:

  • Schleiermacher: Menekankan sisi psikologis. Memahami teks berarti mencoba masuk ke dalam pikiran penulisnya.
  • Gadamer: Menganggap pemahaman bukan sekadar reproduksi pikiran penulis, melainkan "peleburan cakrawala" (fusion of horizons) antara masa lalu (teks) dan masa kini (pembaca).

2. Lingkaran Hermeneutik (The Hermeneutic Circle)

Salah satu konsep kunci yang diulas adalah bagaimana kita memahami sesuatu. Untuk memahami keseluruhan, kita harus memahami bagian-bagiannya; tapi untuk memahami bagian-bagiannya, kita harus punya gambaran tentang keseluruhannya. Ini adalah proses spiral yang tidak pernah putus dalam berkomunikasi.

3. Hermeneutika Kecurigaan (Hermeneutics of Suspicion)

Gagasan ini sangat relevan untuk konten edukasi tentang hoaks atau penipuan yang sering Anda bahas. Tokoh-tokoh seperti Marx, Nietzsche, dan Freud mengajarkan kita untuk tidak menelan teks mentah-mentah.

  • Teks sering kali menyembunyikan kepentingan kekuasaan, hasrat terpendam, atau ideologi tertentu.
  • Memahami berarti "membongkar" apa yang ada di balik kata-kata.

4. Dekonstruksi Derrida

Di bagian akhir buku, Hardiman mengulas Derrida yang agak radikal. Bagi Derrida, makna itu selalu tertunda dan tidak pernah benar-benar stabil. Ini menantang kita untuk lebih rendah hati dalam berkomunikasi: bahwa pemahaman kita terhadap orang lain mungkin tidak akan pernah 100% sempurna.

Mengapa Buku ni Bagus untuk Dibaca?

Saya awalnya membaca judul buku ini, dikira tentang komunikasi antar pribadi karena judulnya yang memberi bayangan Seni Memahami: Hermeneutik dari Schleiermacher sampai Derrida yang ditulis oleh F. Budi Hardiman memberi kesan tersebut. Tapi ketika membaca anak judulnya, maka akhirnya saya tahu bahwa buku ini mengulas tentang filsafat. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Kanisius tahun 2015.

Jadi buku ini bisa menjadi salah satu "pisau bedah" yang hebat:

  • Dalam Keluarga: Memahami pasangan bukan hanya mendengar kata-katanya, tapi memahami konteks dan "cakrawala" hidupnya.
  • Dalam Literasi Digital: Membantu pembaca blog Anda untuk lebih kritis (curiga secara positif) terhadap informasi yang beredar di internet.

Buku ini memang berat karena bersifat filosofis, tapi F. Budi Hardiman berhasil membuatnya terasa seperti petualangan intelektual. 

Posting Komentar untuk "Siapa dan Apa yang Ingin Dipahami Supaya Bisa Mengerti?"