Gak Capek Dituntut Mulu? Review Buku Stefani Bella untuk Kamu yang Lelah dengan Ekspektasi


Pernahkah kamu merasa bahwa hidupmu bukan benar-benar milikmu? Bangun pagi sudah disambut daftar ekspektasi: kapan lulus, kapan kerja, kapan nikah, hingga harus terlihat sukses di media sosial. Kalau jawabanmu adalah "iya", maka buku "Gak Capek Dituntut Mulu?" karya Stefani Bella adalah teman bicara yang kamu butuhkan.

Meski sampul depannya terlihat cukup ramai dan "berisik", jangan biarkan kesan pertama itu menipumu. Begitu membuka halaman awal, kamu akan menemukan pelukan hangat dalam bentuk tulisan yang sangat dekat dengan realitas anak muda zaman sekarang.

Ketika melihat sampulnya yang ramai, buku berjudul Gak Capek Dituntut Mulu? yang ditulis oleh Stefani Bella melihatnya biasa-biasa saja, tapi ketika membaca dai awal, ternyata buku ini cukup bagus untuk dibaca khususnya bagi remaja dan pemuda. Sasaran pembacanya memang anak-anak muda, sehingga dari bahasa dan pendekatannya sangat dekat dengan usia mereka. Buku ini diterbitkan oleh Transmedia Pustaka, Yogyakarta dengan terbitan tahun 2021.

Mengapa Buku Ini Layak Masuk Daftar Bacaanmu?

Stefani Bella (atau akrab disapa Teteh) mengerti betul bahwa bahasa adalah kunci. Ia tidak menulis dengan nada menggurui layaknya seorang guru di kelas, melainkan seperti seorang sahabat yang duduk di sampingmu sambil minum kopi.


Buku ini fokus pada kesehatan mental dan pengembangan diri bagi mereka yang sedang terjebak dalam pusaran tuntutan sosial.

5 Poin Menarik yang Bikin Kamu Ingin Baca Sampai Habis

Berikut adalah poin-poin "relate" yang akan kamu temukan di dalam buku ini:

1. Validasi atas Rasa Lelahmu

Banyak orang bilang anak muda sekarang "lembek". Buku ini membela kamu. Ia memvalidasi bahwa merasa capek karena dituntut ini-itu adalah hal yang manusiawi. Kamu akan diajak untuk berhenti sejenak tanpa merasa bersalah.

2. Membedah Isi Kepala yang Berisik

Sesuai dengan desain cover-nya yang ramai, buku ini mencoba mengurai benang kusut di kepala kita—mulai dari quarter-life crisis, rasa insecure, hingga tekanan hustle culture.

3. Belajar Berkata "Tidak" pada Ekspektasi Orang Lain

Bella memberikan sudut pandang menarik tentang cara menetapkan batasan (boundaries). Kita tidak bisa menyenangkan semua orang, dan buku ini mengajari kita cara memprioritaskan diri sendiri.

4. Pendekatan yang Sangat Gen Z

Dari segi visual dan pemilihan kata, buku ini sangat kekinian. Tidak membosankan karena penuh dengan kutipan-kutipan yang Instagramable namun memiliki makna yang dalam.

5. Seni Menemukan Jati Diri di Tengah Kebisingan

Di akhir setiap bab, kamu akan merasa lebih tenang karena buku ini membantu kamu membedakan mana keinginan tulus darimu dan mana yang hanya "titipan" dari orang lain.

Kesimpulan: Bacaan Wajib untuk "Self-Healing"

Buku "Gak Capek Dituntut Mulu?" bukan sekadar kumpulan kata-kata motivasi yang klise. Ini adalah buku pegangan untuk kamu yang ingin mulai mencintai diri sendiri dengan cara yang paling jujur. Khususnya bagi remaja dan pemuda yang sedang mencari arah, buku ini adalah kompas yang lembut.
Jadi, masih mau memaksakan diri memenuhi semua tuntutan itu, atau mau mulai mendengarkan suara hatimu sendiri?

Posting Komentar untuk "Gak Capek Dituntut Mulu? Review Buku Stefani Bella untuk Kamu yang Lelah dengan Ekspektasi"