Rabu, 25 Maret 2020

loading...

Perpindahan agama atau conversi agama dari agama Islam ke Kristen, dari Kristen menjadi Muallaf, dari agama Islam ke Hindu, dari Kristen ke Buddha dari Muslim menjadi Katolik dan seterusnya sering kita dengar. Biasanya ketika sebuah berita selalu muncul ke permukaan, akan menjadi sesuatu yang biasa. Menurut saya baik juga supaya akhirnya perpindahan agama menjadi terbiasa di tengah-tengah masyarakat majemuk seperti sekarang ini. Bersyukur bahwa facebook, Youtube, dan media sosial lainnya membantu untuk mempublikasikan sehingga hal tersebut lama-kelamaan akan menjadi sebuah berita yang biasa.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana orang sering terkejut ketika ada orang bisa berubah secara agama dari kebiasaan di kehidupan sosialnya dengan berpindah dari agamanya ke agama baru yang dikenalnya. Kini orang sudah mulai biasa. Walaupun banyak penelitian para ahli mengenai konversi agama seperti William James, Max Heirich, namun tetap menarik untuk diikuti karena perpindahan agama ini isunya selalu muncul setiap ada kasus perpindahan agama.

Banyak faktor sebenarnya mengapa seseorang bisa berpindah agama. Tapi mari kita mencoba untuk menyelaminya supaya kita juga tidak menjadi tuhan-tuhan kecil yang akan menjadi penghukum ketika ada orang yang berpindah agama, atau malah lebih sungguh-sungguh dalam agamanya. Karena persoalannya ada dua pihak yang pastinya akan mendapatkan efek ketika seseorang mengubah agamanya.

Pertama pelaku atau orang yang berpindah agama itu sendiri. Perpindahan agama sebenarnya bukanlah keputusan yang mudah, karena perpindahan itu bukanlah seperti memutuskan mau beli makanan ringan atau tidak. Perpindahan itu akan melewati sebuah proses batin yang panjang, apapaun alasannya. Karena bagaimana mungkin sebuah kebiasaan yang selalu dilaluinya sejak kecil dengan pengalaman batin yang dalam, kini semua pengalaman itu harus disingkirkan untuk memasuki sebuah suasana baru yang sangat berbeda. Contohnya orang berpindah agama karena menikah umpamanya, dia harus bergumul setengah mati antara mau berpindah atau mencintai kekasihnya itu. Pastilah orang yang pernah melewati pengalaman berpindah agama tentu punya pengalaman masing-masing.


Kedua adalah lingkungan sosial yang berada di dekat orang yang melakukan perpindahan agama. Walaupun masih berhubungan dengan salah satu pertimbangan sang pelaku, tapi juga efek sosial tentu akan sangat terasa. Orang-orang yang ada di sekitarnya akan sedikit banyak bereaksi, entah positif atau malah sebaliknya negatif. Tapi biasanya efek negatif lebih besar.

Untuk efek ke lingkungan inilah yang sering terjadi, seperti didiskriminasi, dikucilkan, dibuang dan perlakukan-perlakukan yang tidak baik kepada orang yang melakukan perpindahan agama. Alasannya bermacam-macam, bisa jadi karena merasa kehilangan, kekurangan anggota yang artinya berkurang teman, sahabat, keluarga secara khusus dari sisi kebersamaan dalam beragama.

Beberapa buku yang akan saya tampilkan dalam beberapa postingan mendatang tidak jauh-jauh dari persoalan perpindahan agama atau pergumulan batin memutuskan persoalan perpindahan ini. Beberapa buku sudah saya kumpulkan untuk kita ulas. Semoga ini menjadi manfaat bagi siapapun yang interes dengan masalah agama. Tapi lebih dari itu, kita bisa semakin dewasa untuk menyikapi siapapun yang memutuskan untuk melakukan perpindahan agama, tanpa kita perlu menekannya. Kita mungkin hanya bisa sebatas memberi arahan ataupun wejangan tapi bukan dengan pemaksaan.

Baca Juga:

Buku Mualaf Oleh John Michaelson 
Adik Buya Hamka Memeluk Kristen

Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates