Senin, 06 April 2020

loading...

Kalau dalam masa-masa normal hari-hari libur menjadi hari yang begitu ditunggu-tunggu karena di situlah semua keluarga bisa berkumpul. Bahkan tanggal marah menjadi idaman banyak orang karena kita benar-benar ingin menikmatinya bersama-sama orang tercinta. Semenjak merebaknya virus Corona atau COVID-19 yang sudah mewabah ke seluruh dunia dan tidak luput juga Indonesia ini maka himbauan pemerintah adalah bagaimana kita seharusnya berada di dalam rumah stay at home untuk memutus rantai penyebaran coronavirus tersebut.

Kelihatannya sederhana, apa susahnya selalu stay di rumah berhari-hari, berdiam bersama-sama keluarga yang dikelilingi oleh tembok dan meminimalisir untuk keluar rumah. Rasanya kan bahagia, apalagi bagi mereka yang banyak duit, tidak masalah. Bagi yang keuangannya mengandalkan penghasilan harian, tentu hal tersebut sulit untuk dilakukan. Namun ada dampak bagi keutuhan keluarga ketika karantina di rumah dilakukan. Setidak-tidaknya hal tersebut disampaikan oleh situs bernama Illicit Encounters. Situs ini memang situs khusus untuk berkencan bagi yang sudah menikah  dan ingin mencari selingkuhan. Situs ini memberikan laporan mengenai situasi orang-orang yang sudah berkeluarga di China setelah dilakukan karantina termasuk karantina rumah. Diungkap bahwa situs ini mengalami kenaikan 18% bagi pria untuk mencari selingkuhan, dan sebanyak 12% wanita yang juga melakukan hal yang sama. Setelah disurvei ternyata 74% pria mulai ingin berselingkuh karena bosan hidup di bawah aturan yang sama dalam keseharian. Bagaimana dengan wanita? Ternyata 64% masa lockdown tersebut dari mereka para wanita merasa terungkap semua kelemahan-kelemahn dari pasangan yang membuat mereka ingin sesuatu yang baru. Lebih dari itu masa lockdown tersebut menimbulkan terjadinya banyak perceraian karena tidak tahan lagi hdiup bersama dengan pasangannya. Sejak Februari lalu, sudah ada 300 pasangan yang mengajukan perceraian oleh karena Coronavirus tersebut.

Rupanya Corona bukan hanya menimbulkan korban banyak jiwa yang menembus jutaan orang terinveksi dan tidak sedikit yang nyawanya melayang, tapi juga baru-baru ini dilaporkan di Amerika Serikat juga karantina tersebut menimbulkan tingginya kekerasan terhadap wanita dalam rumah tangga. Pertanyaannya, mengapa hal tersebut terjadi? Kesempatan ini mungkin ada baiknya mencoba mencari tahu dari sebuah buku bagus dan International Bestseller berjudul, Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps. Buku setebal 408 halaman tersebut ditulis oleh Allan + Barbara Pease. Buku ini diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Ufuk Press, Jakarta.

Memang dengan adanya karantina dengan segala bentuknya termasuk karantina rumah karena COVID-19 itu menjadikan pria dan wanita dalam sebuah rumah tangga memiliki waktu banyak untuk saling bersama. Tapi saling bersama dalam ruangan yang sama, dalam situasi yang sama, dalam suasana yang sama serta dalam tekanan yang sama akan mengakibatkan banyak persoalan juga. Karena dalam kesamaan banyak hal tersebut ternyata ada satu hal yang menjadi penghalang besar yaitu, ternyata pria dan wanita itu tidak sama. Otaknyanyapun isinya berbeda jauh.

Silahkan pembaca memperhatikan berikut ini untuk bisa memahami gambaran buku luar biasa yang berbicara hubungan ini:

  • Bagaimana sebuah peta hampir mengakibatkan perceraian
  • Mengapa pria tidak mampu melakukan beberapa hal sekaligus
  • Mengapa wanita banyak bicara sedangkan pria tidak
  • Mengapa pria senang gambar erotis, sedangkan wanbita tidak
  • Mengapa wanita senang curhat
  • Mengapa pria senang menawarkan solusi tapi membenci nasihat
  • Mengapa wanita geram dengan bisunya pria
  • Mengapa wanita benci memarkir mundur mobilnya
  • Mengapa pria senang mengganti saluran tv
  • Mengapa wanita berbicara dengan perasaan, sedangkan pria berbicara apa adanya
  • Mengapa wanita menghargai hubungan sedangkan pria menghargai pekerjaan
  • Mengapa pria jatuh cinta sedangkan wanita memutuskan
Buku ini menjadi sangat berharga karena analisa dari penbulis bukan hanya analisa pribadinya yang keluar dari pikiran penulis, tapi berdasarkan pengamatan dan pencarian data serta berburu pendapat umum dari berbagai negara, untuk mengumpulkan berbagai perbedaan antara pria dan wanita yang menjadi penyebab timbulnya berbagai masalah pria dan wanita khususnya suami dan istri.

Tujuan besarnya jelas dengan mengerti berbedaan masing-masing antara wanita dan pria, maka setidaknya kita bisa mencari cara bagaimana menghadapi wanita bagi seorang pria, sebaliknya mengerti pria bagi wanita. Dengan demikian, sekalipun kita masih dalam masa karantina rumah, atau karantina wilayah, dan selalu bertemu dengan orang yang sama pagi, siang, malam, kita belajar untuk memahami pasangan kita, karena pada dasarnya walaupun kita satu spesies, tapi sebenarnya kita berbeda.

Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates