Selasa, 14 Juli 2020


Buku luar biasa yang ingin dihadirkan adalah mengenai orang pendiam berjudul, Quiet: Daya Introvert di dalam Dunia yang Tidak Bisa Berhenti Bicara, karangan Susan Cain. Buku yang masuk dalam daftar New York Times Best Seller ini sangat memukau isinya karena kita bisa melihat bahwa Dunia ini Bukan Hanya milik orang Ekstrovert. Tapi juga milik orang introvert. Buku yang saya tunjukkan ini diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit ANDI, Yogyakarta 2013.

Saya tidak tahu seberapa banyak orang introvert yang merasa iri dengan kehadiran orang ekstrovert dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu dalam pekerjaan, pergaualan, pesta, dan di manapun kita berada? Tapi yang jelas, dunia ini seperti mau dibuat ramai dan tidak berhenti bicara karena kehadiran orang-orang ekstrovert. Tentu yang muncul ke permukaan dan bisa dilihat adalah mereka yang bukan pendiam. Sampai-sampai dunia seperti mau menyulap semua orang ingin dijadikan orang-orang ekstrovert. Kata Susan Cain, kita ingin menciptakan ruang yang amat sempit untuk model kepribadian.

Kutipan Kata Pengantar buku ini menjelaskan, "Kita diajarkan bahwa untuk menjadi hebat kita harus berani; untuk menjadi bahagia kita harus pintar bersosialisasi. Kita melihat diri kita sebagai bangsa ekstrovert." Hem, bukankah itu yang sedang terjadi di dunia kita sekarang di mana kita kalau tidak mau dibilang digiring, bahwa dunia ini hanya milik orang-orang ekstrovert. Tapi celakanya, dalam konteks Amerika di mana sepertiga sampai setengah orang Amerika adalah introvert. Tapi dalam kenyataannya, Amerika dikenal  sebagai salah satu negara yang paling ekstrovert. Artinya, dalam konteks Amerika, banyak orang dipaksa, dengan dididik dan bahkan digiring menjadi orang ektrovert. Bahkan banyak penilitian juga mengatakan mayoritas guru percaya  bahwa murid ideal adalah murid ekstrovert.

Akibatnya bagaimana dengan orang introvert yang tidak bisa dan tidak mampu untuk berpura-pura menjadi ekstrovert? Mereka akan semakin mengundurkan diri, semakin balik arah dan enggan untuk muncul serta bersembunyi dan bahkan bersembunyi dari mereka sendiri. Karena model yang tercipta adalah mereka yang berkpribadian senang berkumpul, dominan dan tampil riang di bawah lampu sorot. Introvert akhirnya menjadi warga kelas dua.

Bersyukur Susan Cain mengingatkan bahwa orang-orang introvert bukanlah warga kelas dua, tapi kepribadian ini juga dimiliki oleh tokoh-tokoh penemu yang jarang kita tonjolkan dari segi kepribadiannya. Sementara apa yang dihasilkan oleh para introvert itu dapat kita nikmati sampai saat ini. Susan cain mendaftar penemu-penemu seperti teori gravitasi, teori relativitas dan seterusnya.

Kalau Anda termasuk introvert, silahkan Anda dengar apa yang dikatakan buku ini di mana Susan Cain mengatakan, "Saya melihat sendiri betapa sulitnya bagi introver untuk mengeluarkan bakat mereka, dan betapa luar biasanya ketika akhirnya mereka bisa mengeluarkannya." Dan Susan Cain bukan hanya berteori tapi juga pengalamannya membuktikannya. Artinya, kalau orang-orang ektrovert memiliki kelebihan-kelebihan yang luar biasa, tapi juga jangan salah, bahwa si pendiam, mereka yang sulit mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya, dan mereka yang berat untuk unjuk diri, mereka itupun memiliki kelebihan yang luar biasa. Hal tersebut dibuktikan dengan betapa banyaknya orang introvert yang memiliki penemuan dan pekerjaan yang luar biasa.

Makanya, bagi yang pendiam atau introvert, bacalah buku ini, karena di dalamnya mengandung banyak tulisan pemikiran Susan yang benar-benar luar biasa. Goresan-goresannya sangat mendalam dan tentu sangat bermanfaat bagi kita, bukan hanya yang introvert sebagai pemilik kepribadian, tapi bagi mereka yang bisa memancing introvert untuk mengutarakan keahliannya dan kelebihannya, bukan hendak diubah untuk berkepribadian ektrovert, tapi mencari kelebihan mereka yang tidak dipunyai oleh mereka yang ekstrovert. Sekali lagi bukan bermaksud membenturkan antara ekstrovert dan introvert, tapi ternyata, masing-masing kepribadian itu memiliki kekayaan yang luar biasa yang bisa kita gali, entah itu orang lain, maupun kita sendiri.

Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates