Homeschooling di Indonesia Murah atau Mahal?


Homeschooling adalah jalur pendidikan yang memiliki metode belajar dengan dilakukan di rumah. Sistim belajar Homeschooling memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri bagi anak. Kelebihan Homeschooling cukup banyak yang tidak bisa didapat di sekolah formal. Soal murah atau lebih mahal biayanya ketimbang sekolah umum tergantung dari mana kita menilainya.

Belakangan ini semakin banyak lembaga di berbagai kota di Indonesia yang membentuk Homeschooling. Sehingga kita mendengar, Homeschooling Kak Seto, Homeschooling Depok, Homeschooling Primagama, Homeschooling Jakarta, Homeschooling Bekasi, Bandung dan berbagai kota di Indonesia. Artinya Homeschooling semakin populer keberadaannya di negeri ini.

Beberapa waktu lalu kita dikejutkan oleh hasil penelitian riset berjudul Radikalisme dan Homeschooling dari Project Manager Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (PPIM UIN) yang menyebutkan bahwa berdasarkan hasil penelitian mereka di beberapa kota yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Solo, Surabaya, Makassar dan Padang yang menemukan lima Homeschooling terindikasi terpapar radikalisme. Sontak saja banyak yang tidak terima dengan kenyataan hasil riset tersebut. Artinya, Homeshooling bukan lagi hal asing, tapi sudah menjamur keberadaannya di negeri ini.

Mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Tentang Penyelenggaraan Sekolah Rumah Nomor 129 Tahun 2014 Permendikbud Pasal 1: Nomor

5. Sekolahrumah Tunggal adalah layanan pendidikan berbasis keluarga yang dilaksanakan oleh orang tua dalam satu keluarga untuk peserta didik dan tidak bergabung dengan keluarga lain yang menerapkan sekolahrumah tunggal lainnya.

6. Sekola,rrumah Majemuk adalah layanan pendidikan berbasis lingkungan yang diselenggarakan oleh orang tua dari 2 (dua) atau lebih keluarga lain dengan melakukan 1 (satu) atau lebih kegiatan pembelajaran bersama dan kegiatan pembelajaran inti tetap dilaksanakan dalam keluarga.

7. Sekolahrumah Komunitas adalah kelompok belajar berbasis gabungan sekolahrumah majemuk yang menyelenggarakan pembelajaran bersama berdasarkan silabus, fasilitas belajar, waktu pembelajaran, dan bahan ajar yang disusun bersama oleh sekolahrumah majemuk bagi anak-anak

Masyarakat juga menyambut baik munculnya berbagai Homeschooling di beberapa kota sebagai pilihan alternatif untuk pendidikan anak-anak mereka. Termasuk anak penulis yang sejak SMP dan menyelesaikan studinya sampai SMA tetap betah dengan Homeschooling. Namun di negara-negara maju Home Schooling bukanlah hal baru dan bahkan semakin popular.

Bebepara alasan yang membuat orang memutuskan untuk menyelenggarakan Homeschooling bagi anak-anak mereka di antaranya adalah situasi di mana pusat pendidikan sangat jauh dari tempat tinggalnya sehingga tidak memungkinkan untuk memasukkan anak-anak ke sekolah umum. Kedua, karena memiliki factor-faktor khusus yang dialami sang anak seperti anak autis. Yang ketiga adalah pertimbangan ekonomi.

Itulah buku yang ingin diperkenalkan dalam kesempatan ini. Judul buku: Home Schooling from Scratch: Simple Living – Super Learning. Penulisnya adalah Mary Potter Kenyon. Buku ini diterbitkan oleh Gazelle Publication, dengan tahun terbit 1996.


Buku yang ditulis oleh Mary Kenyon ini menceritakan pengalamannya sehingga ia memutuskan untuk melakukan Homeschooling untuk anak-anaknya. Selain faktor perhitungan ekonomi yang mendorong Mary untuk melakukan Homeschooling tapi juga ada faktor-faktor praktis yang dialami selama ia memasukkan ke sekolah umum. 

Menurut cerita Mary, ketika ia menyekolahkan anaknya di sekolah TK umum ia menyaksikan setelah setengah tahun berjalan anaknya menjadi anak yang suka memukul. Tentu saja ini bukan kesalahan sekolah, tapi ada persoalan dengan sang anak. Selain itu sering kali anaknya yang dimasukkan di sekolah umum itu mengalami sakit perut yang dikarenakan tidak sempat sarapan pagi. Penyebabnya, sering kali anaknya itu harus buru-buru menyiapkan semua yang berhubungan dengan sekolah karena takut ketinggalan bus jemputan. 

Tapi hal yang lebih mendorongnya untuk menyelenggarakan Homeshooling bagi anak-anaknya adalah karena setelah melakukan pengamatan ekonomi dengan membandingkan antara menyekolahkan anak-anak di sekolah umum dan Homeschooling ini ternyata Home Schooling ini jauh lebih murah biayanya.

Tapi itu di Amerika Serikat, kalau di Indonesia tentu berbanding terbalik, karena Home Schooling di negeri ini seperti sebuah bentuk baru yang kurang popular. Kalau dilihat dari biaya, maka bila membandingkannya bukan dengan sekolah negeri atau milik pemerintah yang nota bene mendapat asupan biaya dari negara. Maka akan menjadi adil bila membandingkan biaya Home Schooling dengan sekolah swasta, maka Home Schooling memang menjadi seimbang sama seperti biaya sekolah-sekolah swasta lainnya.

Buku yang bertebal 127 termasuk index ini menjelaskan bagaimana memulai sebuah Home Schooling bagi keluarga yang ingin memasukkan anaknya untuk masuk ke sekolah rumah. Namun juga dijelaskan bagaimana Homeschooling itu juga memiliki banyak manfaat yang akan didapatkan baik dari pengetahuan maupun faktor ekonomi. 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.