Belajar Menyelesaikan Masalah Keluarga dari Persoalan Orang Lain


Kita sering melihat pernikahan dari sampulnya saja, foto profil yang harmonis atau senyum di acara hajatan. Namun, di balik pintu yang tertutup, setiap keluarga memiliki 'badai' masing-masing. Buku Problematika Keluarga yang disunting oleh Dr. Sumarto tidak mencoba menutupi badai itu dengan teori-tori yang muluk yang kadang punya jarak dengan realita, melainkan mengajak kita duduk dan belajar dari luka-luka yang nyata yang dialami oleh banyak keluarga.

Buku "Problematika Keluarga: Kajian Teoritis dan Kasus" memang memiliki karakteristik yang unik dibanding buku teks sosiologi keluarga atau psikologi keluarga pada umumnya. Kekuatan buku ini, terletak pada orisinalitas kasus yang disajikan. "Masalah keluarga bukan untuk disembunyikan, tapi untuk dibedah solusinya." Buku ini memposisikan kasus-kasus tersebut sebagai laboratorium pembelajaran bagi pembaca agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Buku ini juga membuktikan bahwa seringkali, solusi terbaik tidak datang dari definisi di kamus, melainkan dari keberanian melihat kesalahan di masa lalu.
Berikut adalah beberapa poin yang membuat buku ini menarik jika dilihat dari kacamata pembaca maupun akademisi:

1. Pendekatan "Grounded" (Berbasis Realita)

Berbeda dengan buku yang penuh dengan kutipan pakar luar negeri yang kadang sulit diterapkan di budaya Indonesia, buku ini terasa sangat dekat dengan masyarakat. Dengan meminimalkan teori yang berat, pembaca justru lebih mudah melakukan refleksi diri melalui kisah-kisah yang disampaikan secara lugas.

2. Spektrum Masalah yang Beragam

Seperti yang Anda sebutkan, isu-isu seperti, perselingkuhan: Pembahasan di sini biasanya tidak hanya menghakimi, tapi melihat akar masalahnya. Kemudian masalah ekonomi (keuangan). Bagaimana tekanan finansial bisa merusak komunikasi suami-istri. Berikutnya masalah di sekitar seksualitas yaitu isu-isu yang sering dianggap tabu namun dibahas secara terbuka sebagai salah satu pilar stabilitas rumah tangga.

3. Gaya Analisis Dr. Sumarto

Dr. Sumarto dikenal produktif dalam mengaitkan manajemen pendidikan dan nilai-nilai Islam ke dalam konteks sosial. Dalam buku ini, analisisnya biasanya menjembatani antara normatif (apa yang seharusnya menurut agama/etika) dengan empiris (apa yang sebenarnya terjadi di lapangan).

Mengapa Buku Seperti Ini Penting?
Banyak orang merasa "lelah" dengan buku motivasi keluarga yang terlalu puitis atau terlalu teoritis. Buku ini memberikan semacam kaca benggala, pembaca melihat bahwa masalah yang mereka hadapi juga dihadapi orang lain, dan ada jalan keluar yang bisa dipelajari dari kesalahan (kasus) orang lain tersebut.

Buku ini sering kali menjadi rujukan bagi konselor atau mahasiswa bimbingan konseling karena menyajikan "data hidup".

Buku ini membagi problematika secara sistematis. Kita bisa mengelompokkan ide penulis ke dalam tiga pilar konflik utama:
1. Konflik Internal: Masalah karakter, ego, dan kurangnya pemahaman agama/etika pasangan.
2. Konflik Eksternal: Intervensi mertua, tekanan ekonomi, dan pengaruh lingkungan media sosial.
3. Konflik Intimasi: Masalah selingkuh dan ketidakharmonisan ranjang yang jarang dibahas secara jujur di buku lain.

Di samping juga kekuatan narasi "storytelling" sebagai media edukasi akan bisa ditangkap dari buku menarik ini. Di dalamnya kita akan bertemu yang membuktikan bahwa cerita lebih kuat daripada ceramah.
 
Hal lainnya adalah dari buku ini kita bisa menangkap relevansi lokalitas (kearifan lokal dan budaya), apalagi diterbitkan oleh Literasiologi di Jambi, buku ini memiliki rasa "lokal" yang kuat. Di dalamnya para penulis seringkali memotret masalah keluarga dalam konteks masyarakat Indonesia yang kental dengan budaya komunal. Ini adalah nilai jual (USP) yang bisa menunjukkan bahwa buku ini jauh lebih relevan untuk orang Indonesia dibandingkan buku terjemahan Barat.

Penutup

Membaca kasus orang lain bukan untuk menghakimi, melainkan untuk membangun 'sistem peringatan dini' (early warning system) di keluarga kita sendiri. Buku terbitan Literasiologi ini mengingatkan kita bahwa keluarga adalah sekolah kehidupan yang abadi. Tidak ada keluarga yang sempurna, tapi keluarga yang selamat adalah mereka yang mau belajar dari kesalahan, baik kesalahan sendiri maupun kesalahan orang lain.

Posting Komentar untuk "Belajar Menyelesaikan Masalah Keluarga dari Persoalan Orang Lain "