Selasa, 09 Februari 2021

loading...

Sumber Gambar: Flickr

Getok tular sebuah kata dari bahasa Jawa yang arti sederhananya adalah dari mulut ke mulut. Namanya getok tular maka subyek yang menjadi tema dari getok tular itu sendiri akan seperti air bah yang sulit untuk dibendung. Akibat yang ditimbulkan juga bisa saja positif tapi juga bisa negatif. Namun dalam dunia usaha untuk menaikkan popularitas sebuah merk atau produk maka getok tular menjadi sebuah cara yang luar biasa. Luar biasa dalam membuat produk populer kepada dua kemungkinan yaitu positif, tapi juga sebaliknya bisa menjadi negatif. Gagasan getok tular rupanya bukan hanya menjadi gagasan oramng Jawa yang melahirkan istilah tersebut, tapi rupanya getok tular dianggap sesuatu yang penting dalam dunia usaha. 

Idebuku.com menentukan buku yang ingin diulas yang isinya menyinggung komunikasi getok tular menjadi pengantar popularitas merek. Bahkan daya ledaknya bisa mengalahkan iklan yang tayang di media. Apalagi saat ini ledakan media sosial mempermudah terjadinya getok tular tersebut. Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, Whatsapp, Telegram dan seterusnya. Eit, tapi jangan hanya fokus dengan model getok tular online, getok tular offline tidak kalah pentingnya dan bahkan hal ini lebih real ketimbang apa yang sedang viral di jagad online. Dengan menyitir sebuah penelitian oleh Keller Fay Group yang menyebut bahwa getok tular dengan cara online itu terjadi hanya 7 persen. Selebihnya secara offline.

Sebuah buku menarik mengenai konsep getuk tular yang ditulis oleh seorang Asisten Professor of Marketing di Wharton School, University of Pennsylvania, Amerika Serikat.

Judul Buku    : Contagious: Rahasia di Balik Produk dan gagasan yang Pepuler

Penulis          : Jonah Berger

Penerbit        : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Halaman       : 297 halaman

Beberapa bulan yang lalu dalam blog lain yaitu makkellar.com Redaksi mencatat pengalaman mengenai getok tular yang pernah dijumpai ketika berkunjung ke sebuah kota di Jawa Timur. Namun apa yang dikisahkan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama karena faktor waktu yang mengujinya. Tentu saja banyak usaha yang tanpa menggunakan trik tips untuk menjadikan produknya menjadi buah bibir dan dijadikan obyek getok tular. 

Namun dalam buku ini penulis berkisah mengenai sebuah usaha yang dimulai dengan pancingan supaya produknya menjadi buah bibir. Produk tersebut adalah sebuah steakhouse yang menjual cheesesteak yang biasanya dijual dengan hanya  empat atau lima dollar tapi produk cheesesteak dijual dengan $100. Tujuannya satu yaitu menarik perhatian orang. Tentu saja produknya dibuat seenak mungkin dan ternyata kesan pembeli benar-benar luar biasa. Dan lebih dari itu semua produk tersebut menjadi bahan perbincangan yang otomatis di dalamnya terjadi apa yang disebut dengan getok tular.

Memang menciptakan produk yang menimbulkan gagasan getok tular tersebut setidaknya ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu, fokus dan pelaksanaan. Maklum, untuk menciptakan getok tular itu sendiri harus mengalahkan ribuan tema pembicaraan dalam keseharian. Bayangkan, bila kita bertemu seseorang, tema pembicaraan apa yang menjadi fokus salah satunya? Apakah produk Anda atau produk orang lain yang menjadi perhatian?

Dalam buku inilah penulis seperti membuka rahasia-rahasia bagaimana sebuah produk muncul dan menjadi bahan perhatian pembicaraan serta hal tersebut sambung-menyambung dari mulut ke mulut. Jadi, lebih baik silahkan membaca buku ini bila saat ini Anda ingin menjadikan produk Anda jadi bahan getok tular. Semoga!




Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates