Kata Elon Musk Kita Bisa Hidup Selamanya

Mungkinkah manusia hidup selamanya? Jawaban cepat adalah tidak mungkin. Tapi berbeda dengan yang muncul dalam pikiran Ellon Musk. Manusia bisa hidup selamanya.

Ellon Musk adalah orang terkaya di dunia menurut Forbes yang juga pendiri Tesla dan SpaceX ini dan kekayaannya tak terbendung. Bahkan baru-baru ini telah disepakati pembelian seluruh saham Twitter Inc. senilai US$44 milliar. Artinya raksasa media sosial ini berada dalam genggamannya.  Belum pernah ada orang yang bisa melampui kekayaannya hingga kini. 

Yang menarik dari tokoh ini pemikirannya selalu jauh di depan sebelum kita menyadari kebenarannya. Misalnya saja baru-baru ini ia berpendapat bahwa manusia bisa hidup selamanya dengan bantuan tekhnologi tentunya. Caranya dengan mengunduh otak manusia dan dimasukkan ke dalam robot. Jadi, dengan mengunduh ingatan, kepribadian manusia tersebut untuk kemudian diteruskan keberlangsungannya tersebut. 

Seperti yang dilansir dalam liputan6 yang mengungkapkan bahwa  semua kenangan itu disimpan di komputer dan ponsel dengan gambar dan video. Makanya Musk merintis Neuralink untuk mengembangkan "brain mechine interfaces", di mana nantinya harapannya orang bisa menyimpan ingatan sebagai cadangan dan memulihkannya suatu saat nanti.  

Sebuah pemikiran dan angan-angan yang luar biasa muncul dalam pikiran Ellon Musk. Mungkin saat ini sepertinya sulit untuk dipikirkan oleh orang awam seperti penulis, tapi seringkali apa yang menjadi ide Ellon Musk menjadi kenyataan.

Redaksi sengaja memilih buku yang isinya sesuai dengan tranding topik akhir-akhir ini yaitu cuitan tokoh Elon Musk. Judul buku, Elon Musk: Pria di Balik Paypal, Tesla, Spacex, dan Masa Depan yang Fantastis. Buku yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Kaifa, Tahun 2017 ditulis oleh Ashle Vance. Sebuah buku menarik mengenai jalan pikiran dan kehidupan tokoh orang terkaya di muka bumi ini. Buku ini juga masuk dalam The New York Times Best Seller.

Membaca buku ini dari bab awal sudah disuguhi detik-detik mendebarkan bagaimana penulis yang adalah wartawan bisa 'lolos' menggiring Elon Musk menyerah untuk diwawancarai. Padahal sudah berapa wartawan yang telah berusaha untuk mendapatkan informasi dari tokoh Tesla ini. Tapi selalu ditolak. Tapi begitulah Elon Musk memiliki sifat di mana mereka yang tak pernah patah arang lah yang bisa masuk mengenal pribadi dan kehidupannya.

Ia Elon Musk yang sering pernyataannya dibuat tidak masuk akal oleh sebagian orang, namun memang seperti itulah Musk dalam mengungkapkan ide-idenya seperti sesuatu yang mustahil untuk dinyatakan. Tapi dari tidak masuk akal itulah Elon Musk dikenal dengan dewa di Silicon Valley (kawasan tekhnologi terkenal dunia di mana mereka berkumpul. Boleh dibilang tempat itu merupakan ibukotanya tekhnologi dunia dan startup. Berada di San Fransisco Bay Area, California, Amerika Serikat). Makanya Larry Page, CEO dan salah satu pendiri Google merasa kagum kepadanya. 

Sering kali untuk bisa mengerti jalan pikiran Elon Musk dalam sebuah hal tertentu terkadang bagi orang biasa membutuhkan beberapa tahun untuk bisa ngeh dan gamblang. Kalau bahasa kita, "Oh, ternyata maksudnya ini?"  Makanya buku ini akan benar-benar mencerahkan dan mengajak kita untuk bisa menelusuri berbagai sepat terjang Elon Musk dalam menciptakan berbagai tekhnologi yang datang dari pikirannya. Sehingga setidak-tidaknya, walaupun kita di sini tidak dibuat terkaget-kaget ketika mendengar hal-hal baru muncul dari buah pikiran tokoh Elon Musk.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.