Diisukan Ardi Bakrie Digugat Cerai Nia Ramadhani Dipastikan Hoak


Entah dari mana berita berasal namun hembusan kabar Nia Ramadhani menggugat cerai Ardi Bakrie mengemuka dan sempat viral. Pasangan yang berbahagia tersebut menikah pada April 2010 dan sudah dikaruniai satu putri dan dua putra. Pasangan yang selalu terlihat mesra di depan publik tersebut menjelaskan melalui kuasa hukumnya mengenai isu yang beredar.

Karena tidak sesuai dengan fakta, Wa Ode Nur Zainab kuasa hukum Nia dan Ardi Bakrie tegas mengatakan "itu hoaks" katanya. Sementara Lalu Mara, juru bicara keluarga Ardi Bakrie menegaskan bahwa kabar gugat cerai Nia Ramadhani itu adalah bohong alias hoaks.

Viralnya mengenai gugat cerai keluarga Ardi Bakri oleh Nia Ramadhani ini menjadi salah satu contoh bagaimana tekhnologi informasi yang mempunyai banyak kelebihan dan manfaat itu memiliki juga efek samping yang negatif bila cara menggunakannya keliru. Yaitu ketika sebuah berita dibuat dengan maksud untuk menyebarkan berita bohong kepada khalayak ramai.

Buku yang sedang ada di tangan Redaksi idebuku.com ini menilai bagian kecil efek dari tekhnologi informasi yang pesat tersebut dengan memberikan masukan yang luar biasa dari sisi agama. Tujuannya supaya kita tidak terjebak dengan berita bohong serta tidak menambah berita bohong tersebut untuk disebarkan lebih meluas lagi. Karena kalau tidak kita memasuki apa yang disebut dengan fitnah yang tentu akan menjauhkan seseorang dari nilai-nilai kebenaran. Masukan awalnya dari buku ini adalah bagaimana kita bisa melakukan verifikasi dari sebuah informasi.

Dengan mengutip Alquran surat Al-Hujarat:6 di mana disebutkan bahwa seseorang harus berpedoman pada prinsip check and re-check atas kebenaran sebuah berita. Baik itu melalui bentuk tabayun, verifikasi atau membandingkan dengan berita yang lebih valid.

Judul buku Bijak dalam Menggunakan Media Sosial yang ditulis oleh Yunal Isra, dan kawan-kawan. Buku ini lebih tepat sebagai buku saku, tapi pesannya sangat jelas yaitu bagaimana kita memiliki daya nalar dalam menilai sebuah berita, supaya tidak terjebak dalam pusaran hoaks. Buku diterbitkan oleh Yayasan Pengkajian Hadist el-Bukhari.

Dengan menyoroti situasi yang terjadi di Indonesia di mana munculnya konflik dan kekacauan politik di negeri ini salah satunya disebabkan oleh munculnya berbagai berita bohong atau hoaks di media sosial. Dan semakin bertambah runyam ketika rendahnya daya baca dan daya kritis di masyarakat.

Buku kecil ini menjadi perhatian Redaksi karena memang berisi nilai-nilai penting dalam membangun terciptanya sebuah keharmonisan bukan saja dalam ruang lingkup sebuah komunitas agama, tapi penulis memiliki cita-cita luhur bagaimana tercipta sebuah keharmonisan dalam kehidupan bernegara.

Kepedulian penulis dengan negera ini setelah melihat fakta bagaimana kebohongan memiliki efek perusak hubungan antar masyarakat yang berbeda. Makanya buku ini menjadi buku yang berisi kepedulian yang dalam untuk memberikan pandangan pentingnya sebuah masyarakat yang bijak dalam menggunakan media sosial untuk menghindari konflik antar masyarakat. Beberapa tips dan cara bagaimana bermedia sosial yang baik, penulis sangat jelas mengarahkan setiap pembaca untuk lebih baik dalam bermedia sosial.

Dengan berangkat dari cara pandang Islam sebagai latar belakang penulis buku ini pembaca akan diperkaya dengan berbagai masukan tanpa menggurui, apalagi mengkhotbai pembaca dengan banyak masukan yang berarti.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.