Fakta Baru Ibu Menghabisi Anak Kandungnya Sendiri


Pemeriksaan polisi terhadap seorang ibu yang berusaha membunuh 3 anaknya di Brebes, Jawa Tengah menunjukkan fakta baru yaitu mendengar suara-suara yang memerintahkan untuk membunuh anak-anaknya. Walaupun masih dini untuk disimpulkan dengan interograsi polisi namun menunjukkan ibu tersebut sering meracau.

Menurut keterangan polisi yag dilansir dari News Detik ketika melakukan pemeriksaan dan interogasi tersebut menyampaikan bahwa ibu dari 3 anak tersebut seperti mendapat bisikan untuk membunuh anaknya. Kalau tidak dibunuh maka hidupnya akan susah dan akan dibunuh orang lain. 

Dalam pemeriksaan di RSUD dr. Soeselo Slawi, dokter kesehatan jiwa yang memeriksanya menjelaskan bahwa ibu tersebut masih bisa melakukan komunikasi dan menceritakan perihal usahanya yang terdampak COVID-19. Dalam pemeriksaan lanjutan akan dilakukan tiga tahap pemeriksaan terhadap ibu tersebut. Pemeriksaan Psikiatri, pemeriksaan profil kepribadian dan pemeriksaan kecerdasan pasien. Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis kesehatan jiwa dr. Grlorio Immanuel.

Seperti diberitakan bahwa seorang ibu di Brebes melakukan usaha pembunuhan terhadap 3 anaknya di mana 1 meninggal sementara 2 lagi mengalami luka parah dan sedang dalam perawatan medis ketika artikel ini ditulis. Tentu saja menilai peristiwa tersebut kita tidak bisa melihat secara hitam putih mengenai tindakan ibu tersebut. 

Secara nalar bagaimana seorang ibu yang dikenal oleh masyarakat selama ini memiliki kasih yang tak berujung tapi dalam kasus di atas seperti terbalik di mana sang ibu tega ingin menghabisi anak-anaknya. Namun jika benar bahwa sang ibu yang berusaha untuk membunuh anak-anaknya itu mengalami gangguan kesehatan jiwa maka tentu kita tidak bisa serta merta melakukan penghakiman. 

Justru peristiwa tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua untuk saling perduli dengan orang lain yang ada di sekitar kita. Secara khusus perduli ketika menemukan indikasi munculnya gangguan jiwa terhadap orang lain. Memiliki kepekaan terhadap setiap siapapun yang ada di kanan-kiri kita ketika muncul tanda-tanda 'ketidakberesan' jiwa orang lain tersebut. Kepekaan itu diharapkan bisa meminimalisir terjadinya peristiwa-peristiwa memilukan seperti yang terjadi di Brebes tersebut.

Terlebih lagi kita bisa memiliki pengetahuan sedikit (syukur-syukur mendalami) mengenai berbagai tanda-tanda gangguan kejiwaan yang bisa muncul di dalam masyarakat bahkan bisa jadi menimpa dalam keluarga kita. Karena dengan memahami berbagai gangguan kejiwaan tersebut kita bukan hanya berdiri di pihak penilai semata, tapi bagaimana kita akhirnya menjadi orang yang memiliki empati dan simpati kepada mereka yang mengalami gangguan kesehatan jiwa tersebut.

Buku menarik untuk mengenal berbagai gangguan jiwa ditemukan oleh Redaksi berjudul; Mengenal Kesehatan Jiwa: Versi PDF Tunggal yang bisa diunduh gratis di website penerbitnya yaitu LautanJiwadotcom (kini berganti lautanjiwa.wordpress). Buku ini disusun oleh Anta Samsara. Buku ini sebenarnya terjemahan berbagai artikel, tapi isinya cukup komprehensif untuk dibaca.

Makanya buku kecil tapi cukup lengkap dan sangat mudah dipahami dan bisa dipelajari oleh mereka yang benar-benar ingin mengetahui seluk-beluk gangguan kejiwaan dengan singkat. Tapi juga bisa dipelajari oleh mereka yang memiliki hubungan dengan masalah kejiwaan atau yang peduli dengan kesehatan jiwa.

Dalam buku ini cukup mudah dipahami dan memberikan pengertian berbagai gangguan kejiwaan. Gangguan kejiwaan tersebut berupa skizofrenia, gangguan bipolar, depresi, kecemasan dan panik, gangguan kecemasan sosial, gangguan stress pasca-trauma, info obat medis dan sejarah kesehatan jiwa.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.