Apa Salahnya Memandangi Miyabi


 

Maria Ozawa atau yang dikenal dengan Miyabi akan datang ke Indonesia, tepatnya akan menginjakkan kaki di Jakarta. Kedatangannya menimbulkan kontroversi. Makanya Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria sebagai tuan rumah Jakarta mewanti-wanti kepada masyarakat supaya menyikapi kedatangannya dengan baik dan bijak.

Riza menjelaskan sebagai negara demokrasi setiap pendapat memang diperbolehkan untuk diungkap termasuk soal kedatangan Miyabi Juni mendatang. "Perlu dilihat dulu apa saja tujuan acara dan dampaknya," ungkapnya. "Jadi kita tidak boleh saling menyalahkan satu sama lain. Mari kita beri contoh yang baik," ujarnya.

Sebelumnya beberapa waktu lalu Miyabi mendarat di Bali. Miyabi adalah mantan pemain film panas yang dikenal oleh banyak orang. Ia datang ke Indonesia dan bertemu dengan beberapa rekannya di Bali. 

Foto-foto Miyabi yang beredar dalam beberapa penampilannya tentu lebih sopan dan layaknya seperti turis asing lainnya yang datang ke Pulau Dewata. Beberapa kegiatan dilakukan oleh Miyabi yang tentu akan mendapat sorotan dari banyak orang.

Miyabi sendiri ke Indonesia melakukan beberapa kegiatan yang positif seperti melakukan kegiatan sosial yaitu berbagi makanan dengan anak-anak panti asuhan. Miyabi sendiri dikenal oleh banyak orang karena dikenal sebagai bintang panas untuk konsumsi dewasa. Tentu saja bukan bermaksud untuk menjadi hakim bagi Miyabi, tulisan ini ingin mengungkapkan sisi lain dari persoalan laki-laki yaitu masalah kecanduan pornografi.

Dan buku yang diangkat di postingan kali ini lebih kepada pergulatan seorang wanita lebih tepatnya seorang istri yang menghadapi persoalan hubungan dengan sang suami yang kecanduan po*nografi. Sebagai sebuah pengalaman pahit seorang istri dengan berusaha untuk mempertahankan keluarganya karena satu hal yaitu suami yang kecanduan melihat gadis-gadis cantik tak berbusana baik melalui film maupun majalah khusus dewasa.

Buku tersebut adalah, An Affair of The Mind (yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Perselingkuhan Pikiran). Penulisnya adalah Laurie Hall. Sementara buku ini diterbitkan oleh Cipta Olah Pustaka yang bekerjasama dengan Fokus Pada Keluarga (Focus on The Family) Bandung. Tahun terbit 2001. Di sampul depan terdapat penjelasan singkat yang merupakan anak judul dari buku ini yaitu, Pertempuran yang berani dari seorang wanita untuk menyelamatkan keluarganya dari kehancuran akibat por*nografi.

Buku ini sebenarnya lebih kepada sebuah pengalaman yang berhubungan dengan bagaimana cara mempertahankan keutuhan keluarga karena persoalan dengan perselingkuhan pikiran laki-laki atau dalam hal ini sang suami yang cenderung terikat dengan po*nografi. 

Peristiwanya tentu dimulai oleh hanya melihat-lihat  sebuah majalah wanita yang mungkin tidak terlalu panas. Namun pengalaman tersebut bila dibiarkan dalam arti keinginan untuk meningkatkan perburuan gambar-gambar wanita yang lebih lagi dan tidak berhenti di situ. Tapi bagaimana kehausan untuk meningkatkan keinginan mata tersebut terus berlanjut.

Persoalan yang muncul adalah bagaimana melihat sebuah gambar yang panas tadi ditingkatkan dengan keinginan melihat gambar live yaitu datang ke tempat-tempat di mana para wanita tanpa busana menari di depan para lelaki.

Aktifitas perburuan untuk melihat hal-hal yang panas tadi bukan hanya dengan melihat yang live, tapi juga ditingkatkan dengan datang ke tempat-tempat pela*uran. Pengalaman itulah yang dirasakan seorang istri bernama Laurie yang diungkap dalam buku ini.

Di manapun seorang istri yang ingin mempertahankan keutuhan keluarga pasti berusaha bagaimana keluarga tetap utuh di tengah penghianatan dari pasangan. Bukan hanya itu sang istri tadi bukan hanya berpikir bagaimana hubungan dengan suami saja, tapi bagaimana anak-anak juga terlindungi dari kebiasaan dari suaminya.

Laurie, akhirnya memiliki pandangan sendiri mengenai imajinasi yang ditimbulkan oleh po*nografi termasuk pengalaman yang menyertainya itu akan terekam secara permanen dalam ingatan kita karena adanya hormon rasa ingin tahu yang dilepaskan ketika materi-materi por*ografi itu dinikmati. Namun yang jelas,dalam faktanya, Laurie sudah mengalami sendiri bagaimana akibat kecanduan por*ografi yang dialami oleh suaminya itu hampir-hampir merenggut keluarganya menuju kehancuran

Sebagai sebuah bacaan sebuah perjuangan, tentu di dalamnya juga ada hal-hal yang menggetarkan. Pergumulan dan perjuangan yang dilakukan oleh Laurie untuk berusaha bahtera keluarga tetap kuat di tengah-tengah badai. 

Kembali kepada kedatangan Miyabi ke Indonesia yang oleh sebagian nitizen dianggap telah insaf karena melakukan hal-hal yang baik tentu sedikit banyak akan mengubah imej Miyabi sebagai mantan bintang panas menjadi wanita yang bisa menjadi contoh bagi orang lain. Bahkan ia sempat menanyakan perihal puasa di bulan Ramadhan. Dan bila hal itu terjadi, apa salahnya kita memandangi Miyabi dengan keadaannya sekarang?



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.