Selasa, 02 Februari 2021

loading...


Kalau Anda ingin tahu polemik AHY dan Istana, pergilah ke Google. Kalau mau tahu perkembangan kasus Abu Janda, mampirlah ke Google. Bila ingin jelas bagaimana perkembangan mengenai Covid-19, silahkan buka Google. Jika tertarik melihat sejenak mengenai kasus video Gisel, jangan ke mana-mana, carilah di Google. Bukannya berita-berita yang muncul itu ditulis oleh berbagai media, kenapa harus ke Google? Ia benar, memang beritanya di berbagai media, tapi linknya bisa Anda peroleh di Mesin Pencarian bernama Google. Orang sering lupa menuliskan alamat situs-situs berita, kecuali memang sengaja aplikasinya dipasang di ponsel kita. Selebihnya lebih mudah langsung membuka Google, sekejab langsung terbuka.

Buku yang sebenarnya sudah lama ada di ruang Redaksi Idebuku, tapi karena belum disentuk secara serius, maka akhirnya hanya bertengger saja di deretan rak. Kini buku itu mendapat perhatian untuk diambil idenya guna disampaikan dalam tulisan ini. 

Judul Buku          :The Search: Bagaimana Google dan Para Pesaingnya Mengubah Aturan Bisnis dan Kebudayaan Kita.

Penulis                : John Battelle

Tahun Penulisan : Jakarta, 2005

Penerbit              : PT Elex Media Komputindo

Walaupun buku ini lawas tahun penerbitannya, tapi jangan salah banyak informasi penting mengenai bagaimana Google menjadi raksasa pencarian yang dimulai dengan situasi mundurnya bisnis internet dot-com tahun-tahun awal 2000an, kalau tidak mau dibilang kebangkrutan awal bisnis tersebut. Padahal di awal-awal ramainya internet, bisnis tersebut menggiurkan, mimpi-mimpi pembuat perusahaan di bidang internet saat itu ternyata pupus dan kehilangan harapan termasuk perusahaan penulis buku ini.

Namun tidak dengan Google yang memiliki kemajuan luar biasa di mana melalui Google Zeitgeist seperti menjadi besi berani di mana pengelola Google seperti mengerti betul apa yang sedang dicari oleh manusia, ya kita ini. Pengelolaan secara serius oleh pendirinya telah menjadi raksasa pencarian yang menjadi kiblat dunia. Zeitgeist adalah perangkat public relation yang mampu menyimpulkan apakah pada periode tertentu kata-kata yang digunakan dalam pencarian sedang popular atau tidak. Dan tahun 2001 itu Google menyediakan secara mingguan dalam press relationnya. Hingga penulis menyimpulkan Google itu menjadi database penuh arti. Dia benar-benar tahu apa yang sedang dicari oleh manusia. Dan dalam database Google itulah terdapat potensi lapangan kerja yang luas bagi ribuan ahli  dalam berbagai bidang.

Jutaan orang telah mengetikkan, apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka takutkan, apa yang mereka inginkan. Dan itu disampaikan di depan layar komputer dengan layar tampilan sederhana dan layar background putih. Database penuh arti, istilah dari penulis itu telah menyediakan berbagai informasi dalam berbagai disiplin ilmu apapun. Dan sepertinya budaya ini akan cukup panjang membentuk cara-cara manusia mencari sesuatu.

Pencarian dan keinginan untuk mendapatkan wujud apa yang sedang dicari tersebut tampaknya menjadi ladang bisnis besar dan akan terus berkembang pesat. Di dalamnya bisnis muncul yaitu para pengiklan tentu akhirnya menghasilkan pundi-pundi yang tidak akan pernah kering. Akhirnya buku yang sangat teliti serta kaya akan informasi ini mungkin bisa menjadi sumber inspirasi untuk mengetahui sejarah masa lalu dari mesin pencari serta kini dan akan datang.

Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates