Cara Ampuh Mengatasi Kemarahan


Kemarahan dapat diatasi dengan menyadari dari mana ia datang. Kemudian bagaimana menyikapi kelanjutan amarah tadi, lalu dengan cara apa menanggulanginya. 

Amarah itu bisa dikendalikan atau malah dia yang akan mengendalikan kita. Terserah Anda. Bila kita gagal mengendalikan amarah yang muncul maka bisa mempermalukan diri sendiri dan merugikan orang lain. Apalagi saluran kemarahan saat ini sangat mudah dengan adanya media sosial. Media sosial tidak salah, tapi persoalannya ada dalam diri kita.

Mengendalikan kemarahan ini diibaratkan kita mengalami sakit secara fisik yang awalnya kita merasa tidak nyaman, kecewa, takut, depresi dan seterusnya. Kesakitan tadi akhirnya bisa menjadi teman hari-hari kita, atau malah kita menjadikan musuh yang membawa kita kepada emosi tinggi yang semakin lama akan semakin meningkat. Nah, menjadikan sakit itu musuh, ketika kita tidak mampu untuk mendengarkan rasa sakit itu sendiri. 

Ketidakmampuan kita mendengar kemarahan yang kita miliki akan menjadikan kita akan semakin sengsara oleh sakit itu sendiri dan akan bertambah sakit. Ini sebenarnya yang perlu kita sikapi ketika marah itu datang. Yah, kemarahan terkadang menyerang tiba-tiba, atau malah kita kaget bahwa kita sudah tidak mampu untuk menyikapi kemarahan itu.

Siapa yang tak pernah marah? Semua orang mengalaminya karena marah itu milik semua orang. Tapi yang patut diingat adalah marah bisa dicegah untuk terus berlanjut. Karena bila diabiarkan maka kemarahan bisa menjadi sikap tercela. Pengendalian terhadap kemarahan bukan berarti mengorbankan diri dikendalikan oleh kemarahan. Makanya, kalau sering muncul kemarahan, jangan panik, mari belajar dari dua penulis buku berikut.

Judul buku yang ditawarkan oleh Redaksi idebuku berjudul: Mengendalikan Amarah (Anger Is a Choice) . Penulisnya adalah Tim LaHaye & Bob Phillips. Buku ini diterbitkan oleh Professional Books. Tahun terbit 1997. Membaca dari pendahuluan buku ini memang menjadikan kita sadar bahwa tidak mungkin kita tidak pernah melakukan kemarahan. Makanya dua penulis ini membuka pendahuluannya demikian, “Apakah Anda seorang pemarah? Bergabunglah bersama klub kami!” Demikianlah awal pengantar buku ini.

Benar bahwa amarah adalah emosi yang dimiliki oleh setiap manusia, sama dengan cinta dan benci. Makanya kalau Anda dan saya memiliki dan mengalaminya, kita tidak perlu gusar dan merasa diri sebagai orang yang sulit, karena yaitu tadi, kemarahan adalah masalah semua orang. 

Hanya saja kalau Anda san saya tidak menyadari ke mana kemarahan itu membawa kita, maksudnya kalau kemarahan itu dibiarkan lepas seperti anak panah yang melesat dan menuju ke arah yang salah, maka hasilnya akan buruk. Sebaliknya kalau kemarahan itu dibawa pergi menuju ke arah yang benar maka itulah yang kita kenal dengan kemarahan yang baik atau kemarahan yang sehat.

Buku ini menjelaskan sebuah kunci bagaimana kemarahan itu bisa dibawa menuju kepada arah yang benar tadi. Caranya adalah bagaimana kita bisa menyadari dari mana sebenarnya datangnya kemarahan yang menghinggapi kita itu? Mengetahu sejarah kemarahan itu akan menolong kita untuk mencari pertimbangan dengan sikap yang akan kita lakukan.

Tindakan berikutnya adalah bagaimana kita bisa menangani kemarahan yang muncul itu. Ini penting karena ada orang yang tidak mengakui kalau dirinya marah yang berakibat kemarahan itu sendiri tidak ditangani dan bahkan bisa menjadi membara. Dengarkan kemarahan yang ada di dalam diri kita itu. Karena kalau tidak, kemarahan itu akan menjadi musuh kita yang paling mengerikan. Kita akan menjadi orang yang melayani emosi kemarahan itu sendiri, sampai-sampai kita tidak mampu lagi berpikir dengan tenang, dan berpikir dengan benar lagi, karena kita lebih cenderung melayani kemarahan.

Lima hal yang bisa kita gali ketika emosi kemarahan itu hadir dalam kehidupan kita yang ditawarkan oleh dua penulis terkenal ini:

  1. Mengerti apa gerangan amarah itu?
  2. Mengerti dari mana kemarahan itu berasal
  3. Mengetahui bagaimana mengenal kemarahan dalam banyak samarannya
  4. Belajar bagaimana membuat pilihan apa yang harus dilakukan dengan amarah kita
  5. Mendapat pengertian mengenai bagaimana membantu orang lain belajar menghadapi kemarahan.

Tentu saja apa yang diungkapkan di sini hanya sebagian kecil yang terungkap di buku ini. Selebihnya, kalau kita memang termasuk pemarah, mari dengan saya bergabung dengan Tim LaHaye & Bob Phillips untuk masuk kekomunitas orang-orang pemarah untuk menemukan kunci bagaimana menanganinya.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.