Selasa, 01 September 2020

loading...

 


Membaca judul buku karangan Albert Nolan, OP ini memang menimbulkan banyak pertanyaan dan presepsi awal, apa maksud dari buku ini. Tentu saja penulis bukan bermaksud ingin mencari perhatian supaya bukunya ini mendapat tempat bagi pembacanya, walaupun mungkin itu ada, tapi sebenarnya Albert Nolan ingin mengajak pembaca untuk melihat Yesus Kristus dengan tanpa presepsi dari segi iman yang tentu sudah direkonstruksi oleh para pengikut Yesus. Makanya, buku ini bahkan bisa dibaca oleh mereka yang tidak memiliki iman sama sekali guna melihat Yesus dari kehidupan pribadinya.

Walaupun demikian penulis dalam kata pengantarnya buru-buru mengingatkan bahwa buku ini bukan ingin menguraikan sejarah mengenai Yesus dalam kehidupanNya. Tapi pembaca justru diajak untuk mengenal seorang manusia yang hidup pada abad pertama Masehi di Palestina. Menilai Dia sebagai sosok sebelum Ia menjadi obyek dari iman Kristen. 

Tapi juga penulis tidak bermaksud ingin menjadi pembelaNya atau dalam istilah yang dipakai "menyelematkan Yesus" atau iman Kristen. Bukan itu. Karena memang Yesus sendiri tidak membutuhkan siapapun untuk menyelamatkan diriNya. Karena Dia sendiri dapat menjaga diriNya sendiri, sama halnya kebenaran dapat menjaga dirinya sendiri. Makanya kalaupun kita dalam menemukan kebenaran yang membawa kepada Yesus, itu bukan karena kita berusaha menyelamatkan kebenaran tapi karena kita menemukan kembali keselamatan itu sendiri.

Kalaupun dalam buku ini kita menemukan kebenaran sejarah mengenai Yesus itu bukanlah tujuan utama dari buku terbitan Kanisius Yogyakarta 2005 ini. Yang paling penting dari tulisan dari buku ini adalah bagaimana melihat penderitaan manusia di dunia yang semakin hari semakin nyata terlihat, dan hal ini sepertinya juga tidak akan surut situasinya di masa-masa mendatang. Nah, buku ini ingin mengajak kepada kita, apakah yang dapat kita lakukan ketika melihat menderitaan itu?

Jadi buku ini sebenarnya ingin mengajak pembaca untuk melihat Kristus itu melebihi dari hanya persoalan mengikut Dia dengan prespektif tafsir dari yang kita pegang sekarang. Karena sebenarnya Yesus itu melibihi dan berdiri di atas kristianisme itu sendiri dan menjadi hakim. Karena Yesus itu miliki semua orang. Menafsirkan Yesus dengan berbagai cara untuk membentuk gambaran Yesus sebenarnya sudah banyak dilakukan. 

Yesus digambarkan apapun dapat kita temui. Baik yang konservatif, progresif, devosional, akademis. Tapi penulis ingin mengajak untuk mengesampingkan pembentukan gambaran Yesus sesuai dengan versi kita itu dan mulai terbuka untuk mengambil sejarah mengenai apa yang dilakukan Yesus bagi sesamanya, keprihatinan Yesus akan dunia di masa kita sekarang ini dan di masa depan kita.

Buku yang sangat bagus untuk dibaca dan tampaknya kalau kita ingin mendapatkan kejelasan secara utuh maksud penulis, maka mau tidak mau kita harus menghabiskan halaman demi halaman karena kita bisa mengerti dengan jelas apa maksud dari perhatian Yesus terhadap dunia melebihi persoalan-persoalan dalam masalah agama.

Ide Dari Buku . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates