Membedah "The Flat Earth Conspiracy": Gagasan Radikal Eric Dubay yang Mengguncang Publik
Sejak diterbitkan dalam versi bahasa Indonesia oleh Penerbit Bumi Media pada November 2016, buku The Flat Earth Conspiracy: Bukti-bukti Ilmiah yang Mengungkap Bahwa Bentuk Bumi Bukan Bulat, Tapi Datar karya Eric Dubay telah menjadi pemantik diskusi panas di berbagai platform media sosial dan grup percakapan. Di tengah dominasi literatur sains yang mengukuhkan teori bumi bulat, buku ini muncul sebagai "antitesis" yang mengajak pembacanya meragukan segala hal yang telah diajarkan di bangku sekolah kita sejak kecil.
Siapa Eric Dubay dan Apa Inti Pemikirannya?
Eric Dubay dikenal sebagai salah satu tokoh sentral dalam gerakan Bumi Datar modern. Melalui bukunya, ia tidak hanya menyodorkan argumen fisik, tetapi juga membangun narasi konspirasi global. Dubay berpendapat bahwa selama ratusan tahun, umat manusia telah dikondisikan untuk percaya pada model heliosentris (bumi mengelilingi matahari) tanpa melakukan verifikasi mandiri.
Dalam buku ini, Dubay menyajikan ratusan "bukti" yang menurutnya menunjukkan bahwa bumi sebenarnya diam dan datar. Ia menyerang validitas data dari NASA National Aeronautics and Space Administration (Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional) dan badan antariksa lainnya, serta menyebutnya sebagai propaganda visual belaka.
Poin-Poin Utama dalam Buku The Flat Earth Conspiracy
- Kegagalan Deteksi Kelengkungan: Dubay mengklaim bahwa secara visual, cakrawala selalu tampak datar sempurna 360 derajat di ketinggian apa pun.
- Kritik terhadap Gravitasi: Ia mencoba menggantikan konsep gravitasi dengan hukum kepadatan (density) dan daya apung (buoyancy).
- Misteri Antartika: Buku ini membahas teori bahwa Antartika bukanlah benua di kutub selatan, melainkan dinding es raksasa yang mengelilingi tepian bumi.
- Perspektif Indrawi: Dubay mengajak pembaca untuk lebih mempercayai panca indera (bahasa tubuh yang tidak merasakan pergerakan bumi) dibandingkan rumus matematika yang kompleks.
Mengapa Buku Ini Begitu Diminati?
Meskipun jumlah literatur bumi bulat jauh lebih banyak dan didukung penelitian ribuan tahun, buku seperti karya Dubay memiliki daya tarik tersendiri karena beberapa faktor:
Skeptisisme Radikal
Di era di mana distrust terhadap otoritas meningkat, narasi "kita dibohongi" sangat mudah mendapat tempat.
Bahasa yang Sederhana
Berbeda dengan jurnal sains yang penuh istilah teknis, Dubay menggunakan logika bahasa sehari-hari yang mudah dicerna oleh orang awam.
Sentimen Keyakinan
Bagi sebagian orang, deskripsi bumi dalam buku ini terasa lebih sejalan dengan penafsiran literal teks-teks kuno atau kitab suci tertentu.
Kesimpulan: Sebagai Bahan Perbandingan Intelektual
Membaca The Flat Earth Conspiracy bukan berarti kita harus langsung menyetujuinya. Sebagai pembaca yang bijak, buku ini bisa dijadikan referensi untuk memahami bagaimana sebuah gagasan alternatif dibangun dan bagaimana skeptisisme bekerja di era digital. Membandingkan argumen Dubay dengan literatur sains arus utama justru dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis kita dalam memilah informasi.

Posting Komentar untuk "Membedah "The Flat Earth Conspiracy": Gagasan Radikal Eric Dubay yang Mengguncang Publik"
Posting Komentar