Mengapa Teori Konspirasi Bertahan Hingga Hari Ini? Pelajaran dari Gagasan Bumi Datar

Apakah teori konspirasi isunya memudar? Di tengah kemajuan sains dan teknologi, satu pertanyaan terus mengemuka, mengapa sih, teori konspirasi itu masih dipercaya banyak orang? Dari penyangkalan pendaratan di Bulan hingga keyakinan bahwa Bumi berbentuk datar, teori-teori ini bukan sekadar sisa kebodohan masa lalu, tapi faktanya banyak orang yang masih meyakininya. 

Buku Flat Earth: The History of an Infamous Idea karya Christine Garwood membantu kita melihat persoalan ini dengan cara yang lebih jernih, teori konspirasi bukan soal kurangnya informasi, melainkan soal bagaimana manusia memaknai pengetahuan, otoritas, dan kebenaran.

Teori Konspirasi Bukan Sekadar Kesalahan Logika

Banyak orang mengira teori konspirasi bertahan karena penganutnya tidak paham sains. Garwood justru menunjukkan sesuatu yang berbeda, teori konspirasi lahir dari ketegangan antara pengalaman pribadi dan otoritas resmi.

Dalam konteks Bumi datar:
    •    “Bumi terlihat datar” dianggap lebih sah daripada data ilmiah yang abstrak
    •    Pengalaman indrawi diposisikan lebih jujur dibanding institusi sains
    •    Ilmu pengetahuan dipersepsi sebagai alat elit, bukan milik publik

Dengan kata lain, teori konspirasi sering muncul sebagai kritik terhadap siapa yang berhak menentukan kebenaran.

Ketidakpercayaan terhadap Otoritas sebagai Akar Masalah

Salah satu kontribusi penting Garwood adalah menempatkan Bumi datar dalam sejarah ketidakpercayaan terhadap otoritas.

Teori konspirasi tumbuh subur ketika:
    •    institusi ilmiah dianggap tertutup
    •    bahasa sains terasa eksklusif
    •    sejarah menunjukkan bahwa otoritas pernah salah atau berbohong

Dalam situasi seperti ini, teori konspirasi menawarkan sesuatu yang menggoda yaitu “Kami tahu kebenaran yang disembunyikan.” Jadi,b ukan kebenarannya yang utama, tetapi rasa memiliki pengetahuan rahasia.

Identitas, Bukan Sekadar Argumen

Garwood menegaskan bahwa gagasan Bumi datar tidak hanya hidup sebagai teori, tetapi juga sebagai identitas sosial.

Bagi sebagian orang:
    •    mempercayai teori konspirasi berarti melawan arus
    •    menjadi “minoritas yang sadar” memberi makna eksistensial
    •    skeptisisme terhadap sains menjadi bagian dari jati diri

Inilah sebabnya debat fakta sering gagal, yang dipertaruhkan bukan data, melainkan identitas.

Internet dan Ekosistem Konspirasi Modern

Meski buku Garwood terbit sebelum ledakan media sosial seperti sekarang, analisisnya relevan hingga hari ini.

Di era digital:
    •    algoritma memperkuat echo chamber
    •    komunitas konspirasi saling menguatkan
    •    narasi “kami vs mereka” makin mengeras

Teori konspirasi tidak lagi berdiri sendiri, melainkan hidup dalam ekosistem yang saling menopang. 

Pelajaran Penting dari Gagasan Bumi Datar

Melalui sejarah panjang Bumi datar, Garwood menyampaikan pesan reflektif:
    •    sains tidak cukup hanya benar
    •    kepercayaan publik dibangun melalui dialog, bukan otoritas semata
    •    meremehkan penganut teori konspirasi justru memperkuat keyakinan mereka

Bumi datar menjadi cermin tentang krisis kepercayaan dalam masyarakat modern.

Penutup: Memahami, Bukan Menertawakan

Buku Garwood mengajak kita berhenti bertanya, “Mengapa mereka bodoh?” dan mulai bertanya, “Mengapa gagasan ini terasa masuk akal bagi mereka?”

Teori konspirasi bertahan bukan karena manusia menolak kebenaran, tetapi karena manusia mencari makna, kendali, dan rasa dipercaya. Dan selama kebutuhan itu tidak dijawab oleh sains dan institusi, teori konspirasi, dalam berbagai bentuk, akan terus hidup.

Baca Juga: Rahasia Kebenaran Bumi Datar 

Posting Komentar untuk "Mengapa Teori Konspirasi Bertahan Hingga Hari Ini? Pelajaran dari Gagasan Bumi Datar"