Tempe Bukan Sekadar Lauk: Menguak Rahasia Superfood Indonesia dalam Buku Karya F.G. Winarno
Tempe Makanan Tradisional dengan Segudang Kelebihan
Di tengah gempuran tren makanan kekinian yang serba instan dan berbumbu kuat, makanan tradisional seringkali tersisih ke sudut meja makan. Padahal makanan tradisional memiliki khasiat yang tidak bisa dianggap enteng, tapi nasibnya sering kurang diperhatikan. Salah satu yang paling terdampak adalah tempe. Banyak generasi muda menganggap tempe sebagai makanan "kuno" atau sekadar lauk pendamping murah meriah.
Namun, benarkah tempe hanya sebatas itu? Buku "Tempe: Kumpulan Fakta Menarik Berdasarkan Penelitian" karya F.G. Winarno, Wida Winarno, dan A. Driando Ahnan Winarno (Penerbit Gramedia Pustaka Utama) hadir untuk mematahkan stigma tersebut. Buku ini adalah "kitab suci" modern bagi siapa saja yang ingin mengenal potensi luar biasa dari warisan nenek moyang kita. Faktanya, tempe yang dianggap makanan tradisonal, tapi di dalamnya terkandung segudang kelebihan untuk berbagai keperluan.
Sebagai bahan makanan tempe bisa diolah dengan berbagai bentuk, dan terkadang setiap daerah memunculkan kekhasan makanan berbahan dasar tempe, seperti tempe kacang malang, kripik tempe, tempe garit, kripik tempe sagu dan berbagai resep tempe yang bervariasi.
Mengapa Gen Z Harus Membaca Buku Ini?
Buku yang terbit menyusul momentum Indonesia Tempe Movement tahun 2015 ini bukan sekadar kumpulan data laboratorium yang membosankan. Penulis berhasil mengemas riset ilmiah menjadi narasi yang relevan dengan gaya hidup masa kini.
Berikut adalah alasan mengapa buku ini menjadi sangat penting di era digital:
1. Tempe Adalah "Teknologi" Bioproses yang Canggih
Melalui buku ini, kita diajak memahami bahwa proses fermentasi Rhizopus oligosporus pada tempe adalah sebuah keajaiban sains. Fermentasi ini memecah protein kedelai menjadi asam amino yang lebih mudah diserap tubuh. Artinya, tempe adalah protein cerdas yang bekerja efisien untuk kesehatan kita.
2. Kandungan Nutrisi yang Melampaui Ekspektasi
Satu fakta yang sering mengejutkan pembaca adalah keberadaan Vitamin B12 pada tempe. Umumnya, vitamin ini hanya ditemukan pada produk hewani. Buku ini menjelaskan bagaimana tempe menjadi solusi bagi penganut gaya hidup plant-based atau vegan di seluruh dunia.
3. Rebranding Tempe sebagai "Superfood" Dunia
F.G. Winarno dan keluarga menekankan bahwa tempe kini telah menjadi tren global. Di London, Tokyo, hingga San Francisco, tempe disajikan di restoran mewah sebagai superfood. Buku ini memberikan rasa bangga (sense of pride) bahwa makanan yang sering kita anggap remeh ternyata sangat dihargai oleh sains internasional.
Menjawab Tantangan Makanan Kekinian
Kekhawatiran bahwa tempe akan kalah pamor dengan makanan estetik masa kini dijawab dengan strategi inovasi. Buku ini mendorong transformasi tempe dalam berbagai bentuk:
- Diversifikasi Olahan: Dari burger tempe, pasta, hingga snack kekinian yang Instagrammable.
- Isu Keberlanjutan (Sustainability): Tempe adalah sumber protein yang sangat ramah lingkungan dibandingkan daging sapi, sebuah isu yang sangat diperhatikan oleh generasi peduli lingkungan saat ini.
Kesimpulan: Warisan yang Harus Dijaga
Membaca buku "Tempe: Kumpulan Fakta Menarik Berdasarkan Penelitian" adalah langkah awal untuk menyelamatkan identitas kuliner Indonesia. Edukasi yang disajikan penulis menjadi tameng agar tempe tidak hanya menjadi kenangan, tetapi tetap menjadi pilihan utama di piring generasi masa depan.
Tempe bukan tentang masa lalu; tempe adalah tentang masa depan kesehatan dunia yang berasal dari Indonesia.

Posting Komentar untuk "Tempe Bukan Sekadar Lauk: Menguak Rahasia Superfood Indonesia dalam Buku Karya F.G. Winarno"
Posting Komentar