Refleksi Etika Islam tentang Cara, Tujuan, dan Dakwah yang Beradab

Resensi Buku: Tujuan Tidak Boleh Menghalalkan Segala Cara

Dalam dunia yang serba pragmatis dan permisif, ungkapan “Ah, yang penting tujuannya baik” sering kali dijadikan pembenaran untuk berbagai cara yang problematis. Di titik inilah buku Tujuan Tidak Boleh Menghalalkan Segala Cara karya Dr. Muhammad Nur Ihsan, MA, hadir sebagai bacaan yang menyejukkan sekaligus menegaskan prinsip dasar etika Islam yaitu tujuan yang baik tidak pernah membenarkan cara yang buruk.

Buku ini tersedia dalam bentuk e-book dan dibagikan secara gratis melalui platform dakwah digital seperti di link IslamHouse, sehingga dapat diakses oleh siapa pun tanpa hambatan.

Pesan Utama Buku: Etika Tidak Bisa Dinegosiasikan

Gagasan sentral buku ini sederhana, tetapi sangat mendasar yaitu dalam Islam, cara (wasilah) memiliki bobot moral yang sama pentingnya dengan tujuan (ghayah).

Penulis mengingatkan bahwa niat baik tidak otomatis menghalalkan perbuatan yang jelas-jelas dilarang. Menegakkan agama, membela kehormatan umat, atau memperjuangkan kebaikan sosial tetap harus ditempuh melalui jalan yang benar, beradab, dan sesuai syariat.

Buku ini dengan tegas menolak anggapan bahwa, kekerasan dapat dibenarkan atas nama agama, atau    teror dianggap sebagai bentuk pembelaan iman, atau juga, pencurian atau penghilangan nyawa bisa ditoleransi demi “tujuan mulia”. Semua itu, menurut penulis, justru merusak pesan Islam itu sendiri.

Pendekatan Soft: Dakwah Tanpa Kekerasan

Salah satu kekuatan buku ini adalah pendekatannya yang lembut dan argumentatif, bukan provokatif. Penulis tidak menggurui, tidak menghakimi, tetapi mengajak pembaca berpikir jernih dengan landasan, kaidah fikih, prinsip syariat, serta contoh-contoh logis dalam kehidupan nyata.

Pendekatan ini menjadikan buku tersebut relevan bukan hanya bagi Muslim yang sedang belajar memperdalam pemahaman agama, tetapi juga bagi pembaca umum yang tertarik pada etika, moralitas, dan cara beragama yang dewasa.

Islam sebagai Agama Dakwah yang Bermartabat

Dalam konteks dakwah, buku ini menyampaikan pesan penting,cara memperkenalkan Islam adalah bagian dari wajah Islam itu sendiri.

Jika cara yang digunakan kasar, merusak, dan menakutkan, maka pesan kebenaran akan kehilangan maknanya. Islam, sebagaimana ditegaskan penulis, tidak membutuhkan pembelaan dengan cara-cara yang bertentangan dengan nilai dasarnya: keadilan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap nyawa manusia.

Mengapa Buku Ini Layak Dibaca?

Buku ini layak direkomendasikan karena beberapa hal yaitu, singkat, padat, dan mudah dipahami, relevan dengan persoalan ekstremisme dan pragmatisme moral, mengajak pembaca menimbang ulang hubungan antara niat, tujuan, dan tindakan, cocok dibaca oleh siapa pun, lintas latar belakang.

Sebagai bacaan reflektif, buku ini membantu kita menyadari bahwa kebaikan sejati bukan hanya soal apa yang ingin dicapai, tetapi juga bagaimana cara mencapainya.

Penutup: Kebaikan yang Tetap Beradab

Tujuan Tidak Boleh Menghalalkan Segala Cara bukan sekadar buku dakwah, melainkan pengingat etis di tengah dunia yang sering tergoda jalan pintas. Ia mengajarkan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan apa yang baik, tetapi juga bagaimana menjadi baik.

Bagi Anda yang mencari bacaan ringan namun bernilai, buku ini pantas menjadi salah satu pilihan di rak digital bacaan reflektif Anda.

Posting Komentar untuk "Refleksi Etika Islam tentang Cara, Tujuan, dan Dakwah yang Beradab"